Rangkuman Pengetahuan Umum
Materi IPAS Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka: Jenis-jenis Sumber Daya Alam
1.Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbaharui merupakan sumber daya alam yang dapat dihasilkan kembali 2.Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Sumber Daya Alam (SDA) bisa dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni Sumber Daya Alam (SDA) yang dapat diperbaharui dan Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak dapat diperbaharui.
Berikut ini penjelasan mengenai jenis-jenis Sumber Daya Alam (SDA) yang berhasil Tribunjogja.com rangkum dari buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V Bab 6 Topik C.
1. Sumber Daya Alam (SDA) yang Dapat Diperbaharui
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui merupakan sumber daya alam yang masih dapat dibudidayakan atau dihasilkan kembali apabila sudah habis dipakai.
Sumber daya alam ini tidak akan habis apabila digunakan dan dimanfaatkan dengan bijak.
Contoh dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui antara lain:
- Hasil pertanian: Padi, tembakau
- Hasil perkebunan: Kopi, tebu, jagung
- Hasil hutan: Kayu dan produk-produk non-kayu, seperti buah dan rempah
- Hasil peternakan: Sapi, kambing, ayam
- Perikanan: Ikan lele, ikan mujair, udang
Selain contoh di atas, air, tanah, dan udara juga termasuk ke dalam sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan cara menjadikannya baru.
Misalnya, air yang langka saat musim kemarau akan melimpah lagi saat musim hujan tiba. Tanah yang tidak subur dapat diperbaharui melalui pemberian pupuk alami atau kompos sehingga akan menjadi tanah yang subur.
Adapun udara yang kotor dapat diperbaharui dengan cara menanam tumbuhan karena dengan adanya tumbuhan, udara di sekitar akan kembali bersih dan segar.
2. Sumber Daya Alam (SDA) yang Tidak Dapat Diperbaharui
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui merupakan sumber daya alam yang akan habis jika digunakan secara terus-menerus.
Walaupun bisa dihasilkan kembali, sumber daya alam ini akan memerlukan waktu yang sangat lama sampai bisa digunakan kembali.
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui ini berasal dari hasil tambang yang bukan nonhayati atau bukan makhluk hidup.
Karena sulit untuk diperbaharui atau memerlukan waktu yang lama untuk dihasilkan kembali, penggunaan sumber daya alam jenis ini perlu dilakukan dengan bijak dan disesuaikan dengan kebutuhan kita.
Salah satu cara untuk mengatasi kelangkaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah dengan melakukan daur ulang.
Dengan mendaur ulang atau memakai kembali sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, seperti besi, logam, dan plastik, kita dapat menghemat penggunaan sumber daya alam jenis ini dan menjaga keberadaannya di alam kita.
Adapun contoh dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui antara lain sebagai berikut:
- Minyak bumi: Bensin, solar, oli
- Mineral logam: Emas, perak, bijih besi, nikel, tembaga, timah
- Mineral bukan logam: Aspal, asbes, granit, batu kapur, intan, marmer, belerang, pasir kuarsa
- Gas alam
Banyak dari hasil tambang di atas yang dapat ditemukan di Indonesia. Meskipun Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam berupa barang hasil tambang, tetapi penyebarannya tidak merata di seluruh daerah. Hal ini disebabkan oleh perbedaan karakteristik yang dimiliki oleh setiap wilayah di Indonesia.
Demikian penjelasan mengenai jenis-jenis Sumber Daya Alam (SDA), yakni Sumber Daya Alam (SDA) yang dapat diperbaharui dan Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak dapat diperbaharui. Semoga artikel ini bermanfaat!
(MG Meisya Primajesta Ismujati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Peternakan-ayam.jpg)