Rangkuman Pengetahuan Umum
Materi Sejarah SMA: Rentang Waktu Zaman Megalitikum
Zaman Megalitikum, juga dikenal sebagai Zaman Batu Besar, merupakan periode dalam prasejarah ketika manusia mulai menggunakan batu besar
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM - Zaman Megalitikum, juga dikenal sebagai Zaman Batu Besar, merupakan periode dalam prasejarah ketika manusia mulai menggunakan batu besar untuk membuat struktur monumental.
Rentang waktu Zaman Megalitikum berkisar antara sekitar 4500 SM hingga 2000 SM, meskipun waktu ini dapat bervariasi tergantung pada lokasi geografisnya.
Manusia di zaman ini mengalami perubahan signifikan dalam pola hidup dan budaya mereka, terutama dalam hal teknologi dan kehidupan sosial.
Satu ciri utama Zaman Megalitikum adalah penggunaan batu besar dalam pembuatan struktur seperti dolmen, menhir, dan makam megalitik.
Dolmen, yang terdiri dari batu horizontal yang ditempatkan di atas dua atau lebih batu vertikal, digunakan sebagai struktur pemakaman atau tempat ibadah.
Menhir, batu tunggal yang ditempatkan secara vertikal, juga digunakan untuk tujuan seremonial atau agama.
Struktur-struktur ini mencerminkan kemajuan teknologi manusia pada waktu itu, seiring mereka mulai menggunakan alat-alat batu yang lebih besar dan berat.
Manusia di Zaman Megalitikum umumnya hidup sebagai masyarakat pemburu-pengumpul, meskipun di beberapa wilayah, pertanian sudah mulai berkembang.
Pertanian membuka jalan bagi manusia untuk menetap di suatu tempat, membentuk desa-desa, dan mengembangkan masyarakat yang lebih kompleks.
Hal ini juga memungkinkan pertukaran budaya dan barang antar komunitas, menciptakan jaringan sosial yang lebih luas.
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia Zaman Megalitikum mengandalkan perkakas batu, tulang, dan tanduk untuk keperluan sehari-hari seperti berburu, memancing, dan mengolah makanan.
Mereka juga menciptakan seni megalitik yang mencakup ukiran pada batu dan patung kecil.
Kepercayaan agama dan kehidupan spiritual juga memainkan peran penting.
Struktur megalitik seperti dolmen dan menhir sering kali dikaitkan dengan ritual keagamaan atau pemakaman, menunjukkan bahwa manusia pada periode ini memiliki kehidupan spiritual yang terorganisir.
Meskipun Zaman Megalitikum ditandai dengan kemajuan dalam penggunaan batu besar dan perkakas, serta perkembangan masyarakat agraris, masih banyak misteri dan pertanyaan yang mengelilingi periode ini.
Dengan sedikit bukti tertulis, interpretasi sejarah Zaman Megalitikum sering kali bergantung pada penemuan arkeologis dan analisis sisa-sisa materi yang ditinggalkan oleh manusia prasejarah.
(MG Indah Yulia Agustina)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Materi-Sejarah-SMA.jpg)