Niat dan Doa Umrah

Doa Thawaf Wada: Hal-hal yang Perlu Dilakukan dan Kekeliruan yang Sering Terjadi

Thawaf wada’ adalah thawaf perpisahan yang dilaksanakan oleh jamaah umrah atau haji sebelum meninggalkan Mekah

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Pixabay
Jamaah melakukan thawaf 

TRIBUNJOGJA.COM - Thawaf wada’ adalah thawaf perpisahan yang dilaksanakan oleh jamaah umrah atau haji sebelum meninggalkan Mekah.

Bagi jamaah haji, kecuali jamaah perempuan yang sedang haid, thawaf wada’ merupakan thawaf yang wajib untuk dilakukan. Akan tetapi, hukum thawaf wada’ bagi jamaah umrah adalah sunah (menurut fatwa Syaikh bin Baaz).

Lalu bagaimana cara melakukan thawaf wada’? Berikut ini cara melakukan thawaf wada’ yang berhasil Tribunjogja.com rangkum dari Panduan, Do’a dan Dzikir Manasik Umrah yang ditulis oleh H. Abd. Muqit, M.Pd.I dan Ny. Hj. Djuwairiyah, M.Pd.I serta Panduan Praktis Manasik Umroh Dewangga.

Hal-hal yang dilakukan saat thawaf wada’

1. Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dan dimulai dari Hajar Aswad.

Tata cara melakukan thawaf wada’ sama seperti dengan thawaf pada umumnya. Penjelasan lebih lengkap mengenai tata cara thawaf dapat Anda baca di sini.

2. Meninggalkan Mekah sesegera mungkin.

Jangan berdiam diri berlama-lama setelah melakukan thawaf wada'. Namun, tidak apa-apa jika tinggal sesaat untuk menunggu rombongan atau kendaraan.

Adapun doa yang dapat dibaca saat melakukan thawaf wada’ adalah sebagai berikut:

Doa Thawaf Wada’

Doa ini dapat dibaca di setiap putaran thawaf

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ اللهُ أَكْبَرُ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ إِيْمَانًا بِكَ وَتَصَدِّيْقًا بِكِتَابِكَ وَوَفَاءاً بِعهدك وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْئَلُكَ الْعَفْوَى وَالْعَافِيَةَ الدَّائِمَةَ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْأَخِرَةَ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةِ مِنَ النَّارِ

Subhaanallaahi walhamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu allahu akbar. wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi. Wash shalaatu wassalaamu’alaa rasuulillaaahi shallallaahu ‘alaihi wa sallama. Allahumma iimaanan bika wa tashdiiqan bikitaabika wa wafaa’an bi’ahadika wattibaa’an lisunnati nabiyyika muhammadin shallaahu ‘alaihi wa sallama. Allahumma inni as alukal ‘afwa wal ‘aafiyatad daaimata fid diini wad dunyaa wal aakhirati wal fauza bil jannati wannajaata minannaari

Artinya: “Maha suci Allah, segala bentuk pujian hanya pantas disanjungkan kepada-Nya, sebab tiada Tuhan selain Allah, Dzat Yang Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali berasal dari sisi-Nya yang Maha Mulia lagi Maha Agung. Shalawat serta salam semoga senantiasa tertuju kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana Allah selalu mencurahkan shalawat dan salam kepada beliau. Ya Allah, aku melakukan tawaf ini hanya karena beriman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, dan memenuhi janjiku pada-Mu, serta mengikuti sunah Nabi-Mu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan kepada-Mu, kesehatan, dan perlindungan yang kekal dalam menjalankan aturan agama, baik urusan dunia maupun akhiratku, juga untuk memperoleh kenikmatan surga dan terhindar dari azab neraka.”

Doa Sesudah Thawaf Wada’

Ketika telah selesai melaksanakan tawaf wada’, jamaah dianjurkan berdiri di Multazam, yaitu tempat di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah atau yang searah, lalu membaca doa sebagai berikut:

 اَللّٰهُمَّ الْبَيْتُ بَيْتُكَ وَالْعَبْدُ عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ اَمَتِكَ حَمَلْتَنِى عَلَى مَاسَخَّرْتَ لِى مِنْ خَلْقِكَ حَتَّى سَيَّرْتَنِى فِى بِلاَدِكَ وَبَلَّغْتَنِى بِنِعْمَتِكَ حَتَّى اَعَنْتَنِى عَلَى قَضَاءِمَنَاسِكِكَ فَاِنْ كُنْتَ رَضِيْتَ عَنِّى فَازْدَدْعَنِّى رِضًى, وَاِلاَّفَمِنَ الْاٰ نَ قَبْلَ اَنْ يَنْأَى عَنْ بَيْتِكَ دَارِى هٰذَااَوَانُ انْصِرَافِى, اِنْ اَذِنْتَ لِى غَيْرَمُسْتَبْدِلٍ بِكَ وَلاَبِبَيْتِكَ وَلاَرَاغِبٍ عَنْكَ وَلاَ عَنْ بَيْتِكَ, اَللّٰهُمَّ فَاَصْحِبْنِى اَلْعَافِيَةَ فِى بَدَنِى وَالْعِصْمَةَ فِى دِيْنِى وَاَحْسِنْ مُنْقَلَبِى وَارْزُقْنِى طَاعَتَكَ مَااَبْقَيْتَنِى وَاجْمَعْ لِى خَيْرَىِ الْاٰ خِرَةِ وَالدُّنْيَا, اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

Allaahummal baitu baituka wal ‘abdu ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatika hamaltanii ‘ala maa sakhkharta lii min khalqika, hatta sayyartanii fii bilaa dika, wa ballaghtanii bini’matika hatta a’antanii ‘ala qadhaa-i manaa sikika, fain kunta radhiita ‘annii fazdad ‘annii ridha. Wa illaa faminal aana qabla ayyan-a ‘an baitika daarii. Haadzaa awaa nun shiraafii in adzinta lii ghaira mustabdilin bika walaa bibaitika, walaa raaghibin ‘anka walaa ‘an baitika. Allaahumma fa-ashhibnii al’aa fiyata fii badanii wal ‘ishmata fii diinii, wa ahsin munqalanii, warzuqnii thaa’ataka maa abqaitanii wajma’ lii khairayil aakhirati waddunyaa, innaka ‘ala kulli syai-in qadiirun.

Artinya: “Ya Allah, rumah ini adalah rumah-Mu, dan hamba ini adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Engkau telah membawaku melalui apa yang telah Engkau tundukkan kepadaku dari kalangan makhluk-Mu sehingga Engkau menyampaikan diriku ke negeri-Mu serta memberiku bekal dengan nikmat-Mu hingga Engkau membantuku untuk menunaikan manasik-manasik-Mu. Jika Engkau ridha kepadaku, maka tambahkanlah keridhaan-Mu kepadaku; dan jika tidak, maka sejak sekarang (ridhailah diriku) sebelum rumahku menjauh dari rumah-Mu. Sekarang adalah masa keberangkatanku, jika Engkau mengizinkanku tanpa melupakan Engkau dan rumah-Mu, serta tanpa ada rasa benci kepada-Mu dan kepada rumah-Mu. Ya Allah, semoga kesehatan badanku selalu menyertaiku dan agamaku terpelihara. Perbaikilah tempat kembaliku, dan berilah aku rezeki dengan ketaatan kepada-Mu selama Engkau menetapkan diriku, dan himpunlah bagiku kebaikan di akhirat dan di dunia, sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."

Kekeliruan yang sering terjadi saat thawaf wada’

1. Tetap berada di Mekah setelah selesai melakukan thawaf wada’, sehingga saat-saat terakhirnya tidak berada di Ka’bah.

2. Jamaah keluar dari masjid dengan berjalan mundur setelah menyelesaikan thawaf wada’ dengan maksud untuk memberi penghormatan kepada Ka’bah.

Demikian hal-hal yang perlu dilakukan, doa yang dapat diamalkan, serta kekeliruan yang sering terjadi saat thawaf wada’.

Semoga artikel ini bermanfaat!

(MG Meisya Primajesta Ismujati)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved