Untidar Magelang

Cuma Ada 2 di Indonesia, Untidar Magelang Uji Coba Mesin 3D Printing Metal LPBF

Dosen Universitas Tidar (Untidar) Magelang melaksanakan uji coba terhadap mesin 3D Printing Metal Laser Powder Bed Fusion (LPBF)

Tayang:
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Iwan Al Khasni
IST
Universitas Tidar (Untidar) Magelang melaksanakan uji coba terhadap mesin 3D Printing Metal LPBF) bersama bersama Ermaksan Additive 

Tribunjogja.com Kota Magelang - Dosen Universitas Tidar (Untidar) Magelang melaksanakan uji coba terhadap mesin 3D Printing Metal Laser Powder Bed Fusion (LPBF) bersama bersama seorang application engineer dari Ermaksan Additive.

Seperti diketahui, Indonesia adalah negara kedua setelah Malaysia di Asia Tenggara yang mulai memanfaatkan teknologi ini.

Mesin 3D Printing Metal LPBF hanya ada 2 di Indonesia dan salah satunya digunakan oleh Untidar.

Dosen program studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Untidar, Faiz Listyanda mengatakan, dengan kehadiran mesin ini, pengguna khususnya para dosen teknik diharapkan bisa memproduksi produk yang memiliki bentuk lebih kompleks.

“Dalam dunia medis seperti implan, baik dari tulang, gigi, ataupun bentuk kompleks lainnya yang tidak bisa di machine-ning, nantinya bisa produksi disini, di Untidar.

“Penjelasan sederhananya, mesin ini mengubah gambar menjadi produk 3D.

“Mulai dari melelehkan bahan seperti bubuk metal dengan laser lalu mencetaknya sesuai desain yang telah disesuaikan,” jelasnya di Laboratorium Teknik Mesin, Gedung Laboratorium Terpadu, Kampus Sidotopo Untidar, Senin (15/1/2024).

Baca juga: PROFIL Bu Retno Dosen Untidar Magelang yang Viral di TikTok, Alumni UGM, Masih Usia 27 Tahun

Untuk sementara ini, penggunaan alat tersebut hanya diperuntukan bagi penelitian dosen, namun tidak menutup kemungkinan mahasiswa juga bisa ikut menggunakannya dengan bergabung dalam tim penelitian dosen.

“Teknologi ini merupakan teknologi terbaru dari dunia manufaktur yang berfungsi meminimalisir bahan mentah sehingga menjadi bentuk tatal maupun baru,” pungkasnya.

Sementara seorang application engineer dari Ermaksan Additive yang melaksanakan uji coba, Ahmed Server mengungkapkan, mesin ini adalah terobosan baru dalam teknologi industri manufaktur yang menggunakan prinsip additive manufacturing.

Di mana konsep ini sangat sesuai dengan perkembangan teknologi 4.0 saat ini.

Additive manufacturing adalah teknologi yang digunakan untuk membangun objek tiga dimensi (3D) dengan menambahkan bahan secara bertahap dan bertingkat.

“Perkembangan mesin additive manufacturing berkembang cepat di berbagai negara dan mulai digunakan di beberapa perusahaan terkemuka. Pemanfaatan teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan jumlah produksi,” tambah Ahmed.

Diketahui, Ermaksan Additive adalah bagian dari Ermaksan Machinery yaitu perusahaan yang memproduksi mesin dengan teknologi additive manufacturing 3D logam pertama di Turki. (Tribunjogja.com/tro)

Baca juga: Inisiasi Pusat Studi Pariwisata dan Kebudayaan, Untidar Magelang Gandeng Budayawan dan Pelaku Wisata

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved