Niat dan Doa Umrah

Doa-doa yang Dapat Dibaca Saat Sa’i Perjalanan Pertama hingga Ketujuh

Berikut ini beberapa doa yang dapat dibaca oleh jamaah saat melakukan sa'i perjalanan pertama hingga ketujuh.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Nabawi Mulia
Jamaah melakukan sa'i 

TRIBUNJOGJA.COM - Sa’i merupakan salah satu rukun umrah yang wajib dilakukan oleh jamaah umrah. Apabila jamaah umrah tidak melakukan sa’i, maka ibadah umrah yang dilakukan menjadi batal dan tidak sah.

Sa’i merupakan lari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwa dan sebaliknya, sebanyak tujuh kali.

Sa’i dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwa dengan perhitungan masing-masing perjalanan, baik dari bukit Shafa ke bukit Marwa ataupun sebaliknya dihitung sebagai satu kali sa’i.

Sebenarnya, tidak ada bacaan khusus yang perlu dibaca oleh jamaah di sepanjang jalan antara bukit Shafa dan Marwa, kecuali tepat di bukit Shafa dan bukit Marwa serta di kawasan lampu hijau.

Selama di perjalanan antara Shafa dan Marwa, jamaah umrah dapat membaca doa sesuai dengan keinginan masing-masing. Berikut ini terdapat beberapa doa yang dapat dibaca oleh jamaah, yang berhasil Tribunjogja.com rangkum dari buku Panduan, Do’a dan Dzikir Manasik Umrah yang ditulis oleh H. Abd. Muqit, M.Pd.I dan Ny. Hj. Djuwairiyah, M.Pd.I.

Perjalanan Pertama – Dari Shafa ke Marwa

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أكْبْرُ. اَللَهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ الْعَظَيْمِ بِحَمْدِهِ الْكَرِيْمِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلاً طَوِيْلاً لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهً وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ لاَشَيْئَ قَبْلَهُ وَلاَ بَعْدَهُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ دَائِمٌ لاَيَمُوْتُ وَلاَيَفُوْتُ أَبَدًا بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَإِلَيْهِ الْمَصِيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dengan segala kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah Yang Maha Agung dengan segala pujian-Nya yang tidak terhingga. Maha Suci Allah Yang Maha Agung dengan pujian, Yang Maha Mulia di waktu pagi dan petang. Dan pada sebagian malam, bersujud dan bertasbihlah pada-Nya sepanjang malam. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa yang menepati janji-Nya membela hamba-hamba-Nya yang menghancurkan musuh-musuh-Nya dan tidak ada sesuatu sebelum-Nya dan tidak sesuatu pun sesudah-Nya. Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan Dia adalah Maha Hidup kekal tiada mati dan tiada musnah (hilang) untuk selama-lamanya. Hanya ditangan-Nyalah terletak kebijakan dan kepada-Nyalah tempat kembali dan hanya Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Perjalanan Kedua – Dari Marwa ke Shafa

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْوَاحِدُ الْفَرْدُ الصَّمَدُ، الَّذِيْ لَمْ يَتَّخِذْ صَاحِبَةً وَلاَ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيْكٌ فىِ الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيْرًا.

اللّهُمَّ إِنَّكَ قُلْتَ فِيْ كِتَابِكَ الْمُنَزَّلِ اُدْعُوْنِيْ اَسْتَجِبْ لَكُمْ دَعَوْنَاكَ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا كَمَا وَعَدْتَنَا إِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ. رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِيْ لِلإِ يْمَانِ أَنْ اَمِنُوْا بِرَبِّكُمْ فَاَمَنَّا. رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفًّنَا مَعَ اْلأَبْرَارِ. رَبَّنَا وَاَتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلاَتُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَا مَةِ إِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ. رَبَّناَ عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلإِخْوَنِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانَ وَلاَتَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلاَّ لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْ رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفُ رَّحِيْمَ

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, hanya bagi Allah segala pujian. Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, Tunggal dan tumpuan segala maksud dan hajat, yang tidak beristri dan tidak beranak, tidak bersekutu dalam kekuasaan. Tidak menjadi pelindung kehinaan. Agungkanlah Dia dengan segenap kebesaran. Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman dalam Qur’an-Mu: “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” Sekarang kami telah memohon kepada-Mu wahai Tuhan kami. Ampunilah kami seperti halnya Engkau telah janjikan kepada kami, sesungguhnya Engkau tidak memungkiri janji. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu) “berimanlah kamu kepada Tuhanmu.” Maka kami pun beriman.

Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami beserta orang baik-baik. Ya Tuhan kami berilah kami apa yang engkau janjikan kepada kami dengan perantara rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji. Ya Allah, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah tumpuan segala sesuatu dan kepada Engkaulah tempat kembali. Wahai Tuhan kami ampunilah dosa-dosa kami dan dosa semua saudara seiman kami yang telah mendahului kami dan jangan Engkau jadikan kedengkian dalam kalbu kami terhadap mereka yang telah beriman. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”

Perjalanan Ketiga – Dari Shafa ke Marwa

اَللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ. رَبَنَا أَتمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ عَاجِلَهُ وَاَجِلَهُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِذَنْبِيْ وَأَسْأَلُكَ رَحْمَتَكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Hanya bagi Allah semua pujian. Ya Allah, sempurnakanlah cahaya terang bagi kami, ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu segala kebaikan yang sekarang dan masa yang akan datang dan aku mohon kepada-Mu akan dosaku serta aku mohon kepada-Mu rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.”

Perjalanan Keempat – Dari Marwa ke Shafa

اَللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ أَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ اللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَاتَعْلَمُ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَاتَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ مَاتَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ، مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الْوَعْدِ الاَمِيْنْ. اللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ كَمَا هَدَيْتَنِيْ ِلْلاِسْلاَمِ أَنْ لاَتَنْزِعَهُ مِنِّيْ حَتَّى تَتَوَفَّنِيْ وَأَنَامُسْلِمٌ، اللّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا وَفِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا وَفِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا. اللّهُمَّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْلِيْ أَمْرِيْ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ وَسَاوِسِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الأَمْرِ وَفِتْنَةِ الْقَبْرِ. اللّهُمَّ إِنِيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فىِ اللَّيْلِ وَشَرِّ مَايَلِجُ فىِ النَّهَارِ وَمِنْ شَرِّ مَاتَهُبُّ بِهِ الرِّيَاحُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. سُبْحَانَكَ مَاعَبَدْنَاكَ حَقَّ عِبَادَ تِكَ يَااَللهُ سُبْحَانَكَ مَاذَكَرْنَاكَ حَقَّ ذِكْرِكَ يَااَللهُ

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji hanya bagi Allah. Ya Allah, Tuhanku, aku mohon pada-Mu dari kebaikan yang Engkau tahu dan berlindung pada-Mu dari kejahatan yang Engkau tahu, dan aku mohon ampun pada-Mu dari segala kesalahan yang Engkau ketahui, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang gaib. Tidak ada Tuhan selain Allah Maha Raja yang sebenar-benarnya. Muhammad utusan Allah yang selalu menepati janji lagi terpercaya. Ya Allah sebagaimana Engkau telah menunjuki aku memilih Islam, maka aku mohon kepada-Mu untuk tidak mencabutnya, sehingga aku meninggal dalam keadaan Muslim. Ya Allah, berilah cahaya terang dalam hati, telinga dan penglihatanku. Ya Allah, lapangkanlah dadaku dan mudahkan bagiku segala urusan. Dan aku berlindung pada-Mu dari godaan bisikan hati, kekacauan urusan, dan fitnah kubur. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kejahatan yang bersembunyi di waktu malam dan siang hari, serta kejahatan yang dibawa angin lalu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segenap yang pengasih. Ya Allah, Maha Suci Engkau, kami tidak bisa menyebut-Mu (zikir) dengan semestinya.”

Perjalanan Kelima – Dari Shafa ke Marwa

اللهُ اَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اَللَهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ سُبْحَانَكَ مَاشَكَرْنَاكَ حَقَّ شُكْرِكَ يَااَللهُ سُبْحَانَكَ مَاأَعْلَى شَأْنَكَ يَااَللهُ، اللّهُمَّ جَبِّبْ إِلَيْنَا الإِيْمَانَ وَزَيِنْهُ فِيء قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُرْقَ وَالْعِصْيَانَ وَجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji hanya untuk Allah Maha Suci Engkau, kami tidak mensyukuri-Mu dengan syukur yang semestinya. Ya Allah Maha Suci Engkau. Alangkah agung Zat-Mu ya Allah. Ya Allah, cintakanlah kami kepada iman dan biarkanlah keimanan itu menghiasi hati kami. Bencikanlah kami terhadap perbuatan kufur, fasik, dan durhaka kepada-Mu, dan masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Perjalanan Keenam – Dari Marwa ke Shafa

اللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَحْدَهُ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَنَعْبُدُ إِلاّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

اللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقىَ وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى اللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِيْ نَقُوْلُ وَخَيْرًا مِمَّا نَقَوْلُ اَللّهُمَّ إِنِيْ أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ وَمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْهَا مْنْ قَوْلٍ أَوْفِعْلٍ أَوْعَمَلٍ. اللّهُمَّ بِنُوْرِكَ اهْتَدَيْنَا وَبِفَضْلِكَ اسْتَغْنَيْنَا وَفِيْ كَنَفِكَ وَإِنْعَامِكَ وَعَطَائِكَ وَاِحْسَانِكَ أَصْبَحْنَا وَأَمْسَيْنَا أَنْتَ اْلاَوَّلُ فَلاَ قَبْلَكَ شَيْءٌ وَاْلاَخِرُ فَلاَ بَعْدَكَ شَيْءٌ وَالظَّا هِرُ فَلاَ شَيْءَ فَوْقَكَ وَالْبَاطِنُ فَلاَ شَيْءَ دُوْنَكَ نَعُوْذُبِكَ مِنَ الْفَلَسِ وَالْكَسَلِ وَعَذَابِ الْقَبِرِ وَفِتْنَةِ الْغِنَى وَنَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji hanya untuk Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-musuh-Nya. Tiada Tuhan selain Allah. Dan kami tidak menyembah selain Dia dengan memurnikan kepatuhan kepada-Nya, sekalipun orang-orang kafir menbenci. Ya Allah, aku memohon pada-Mu petunjuk, ketakwaan, pengendalian diri dan kekayaan. Ya Allah, kepada-Mu lah segala puji seperti yang kami ucapkan dan bahkan yang lebih baik dari yang kami ucapkan. Ya Allah, aku mohon pada-Mu jauhkan dari murka-Mu dan siksa neraka dan apapun yang dapat mendekatkan aku padanya (neraka), baik ucapan ataupun amal perbuatan. Ya Allah, hanya dengan Nur cahaya-Mu kami ini dapat petunjuk, dengan pemberian-Mu kami merasa cukup, dan dalam naungan-Mu, nikmat-Mu, anugerah-Mu, dan Kebajikan-Mu jugalah kami ini berada di waktu pagi dan petang. Engkaulah yang mula pertama, tidak ada sesuatu pun yang ada sebelum-Mu dan Engkau pula lah yang paling akhir dan tidak ada sesuatupun yang ada di belakang (sesudah)-Mu. Engkaulah yang lahir (nyata), maka tidak ada sesuatupun di atas Engkau. Engkau pulalah yang batin, maka tidak ada sesuatupun di bawah-Mu. Kami berlindung pada-Mu dari pailit, malas, siksa kubur dan fitnah kekayaan serta kami mohon pada-Mu kemenangan memperoleh surga.”

Perjalanan Ketujuh – Dari Shafa ke Marwa

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، اللّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ اْلإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قَلْبِيْ وَكَرِّهْ إِلَيَّ الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَنِيْ مِنَ الرَّاشِدِيْنَ

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang tidak terhingga. Ya Allah, cintakanlah kami kepada iman dan biarkanlah keimanan itu menghiasi hati kami. Bencikanlah kami terhadap perbuatan kufur, fasik, dan durhaka kepada-Mu, dan masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Doa di Bukit Marwa ketika Sa’i Telah Selesai Dilakukan

اللّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَعَلَى طَاعَتِكَ وَشُكْرِكَ أَعِنَّا وَعَلَى غَيْرِكَ لاَتَكِلْنَا وَعَلَى اْلإِيْمَانِ واْلإِسْلاَمِ الَكَامِلِ جَمِيْعًا تَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا اللّهُمَّ ارْحَمْنِيْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مَالاَ يَعْنِيْنِيْ وَارْزُقْنِيْ حُسْنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّيْ يَاأَرْحَمَ الرَّا حِمِيْنَ.

Artinya: “Ya Allah kami mohon terima doa kami, afiatkan dan ampunilah kami, berilah pertolongan kepada kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu. Janganlah Engkau jadikan kami bergantung selain kepada-Mu. Matikanlah kami dalam Islam yang sempurna dalam keridhaan-Mu. Ya Allah rahmatilah diri kami sehingga mampu meninggalkan segala kejahatan selama hidup kami, dan rahmatilah diri kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna. Karuniakanlah kepada kami keridhaan-Mu. Wahai Tuhan yang bersifat Maha Pengasih lagi Penyayang.”

Demikian doa-doa yang dapat dibaca dari perjalanan pertama hingga ketujuh saat sa’i. Semoga kita dimampukan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk melaksanakan ibadah umrah dan ibadah umrah yang kita lakukan dipermudah oleh Allah.

(MG Meisya Primajesta Ismujati)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved