Puisi

3 Kumpulan Puisi Karya Amir Hamzah, Sastrawan Legend Berdarah Sunda

Penasaran dengan tulisannya? Berikut 3 kumpulan puisi terbaik karya Amir Hamzah

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
pixabay
3 Kumpulan Puisi Karya Amir Hamzah, Sastrawan Legend Berdarah Sunda 

TRIBUNJOGJA.COM- Sastrawan satu ini pernah sangat terkenal pada zamannya, namanya Amir Hamzah.

Berasal dari Tanjung Pura, Langkat, Sumatra Timur, beliau memulai menulis ketika masih remaja.

Tulisannya menggambarkan pengaruh budaya Melayu, Islam, Sastra Timur dan kekristenan.

Penasaran dengan tulisannya? Berikut 3 kumpulan puisi terbaik karya Amir Hamzah.

 

1. Shubuh

Kalau subuh kedengaran tabuh

Semua sepi sunyi sekali

Bulan seorang tertawa terang

Bintang mutiara bermain cahaya

 

Terjaga aku tersentak duduk

Terdengar irama panggilan jaya

Naik gembira meremang roma

Terlihat panji terkibar di muka

 

Seketika teralpa;

Masuk bisik hembusan setan

Meredakan darah debur gemuruh

Menjatuhkan kelopak mata terbuka

 

Terbaring badanku tidak berkuasa

Tertutup mataku berat semata

Terbuka layar gelanggang angan

Terulik hatiku di dalam kelam

 

Tetapi hatiku, hatiku kecil

Tiada terlayang di awang dendang

Menangis ia bersemi seni

Ibakan panji tiada terdiri

Baca juga: Puisi Terompet Seno Gumira Ajidarma:Seharusnya kutiup kau malam itu Supaya orang-orang yang terbunuh

 

2. Doa Poyangku

Poyangku rata meminta sama

Semoga sekali aku diberi

Memetik kecapi, kecapi firdaus

Menampar rebana, rebana swarga

Poyangku rata semua semata

Penabuh bunyian kerana suara

Suara sunyi suling keramat

Kini rebana dicelah jariku

Tari tamparku membangkit rindu

Kucuba serentak genta genderang

Memuji kekasihku di mercu lagu

Aduh, kasihan hatiku sayang

Alahai hatiku tiada bahagia

Jari menari doa semata

Tapi hatiku bercabang dua.

 

3. Padamu Jua

Habis kikis

Segala cintaku hilang terbang

Pulang kembali aku padamu

Seperti dahulu

Kaulah kandil kemerlap

Pelita jendela di malam gelap

Melambai pulang perlahan

Sabar, setia selalu

Satu kekasihku

Aku manusia

Rindu rasa

Rindu rupa

Di mana engkau

Rupa tiada

Suara sayup

Hanya kata merangkai hati

Engkau cemburu

Engkau ganas

Mangsa aku dalam cakarmu

Bertukar tangkap dengan lepas

Nanar aku gila, gila sasar

Sayang berulang padamu jua

Engkau pelik menarik ingin

Serupa dara dibalik tirai

Kasihmu sunyi

Menunggu seorang diri

Lalu waktu bukan giliranku

Mati hari-bukan kawanku

( MG Aulia Rachmah )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved