Rangkuman Pengetahuan Umum
Materi IPAS Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka: Apa itu Jaring-jaring Makanan?
Jika rantai makanan adalah jalur dimakan dan memakan antarmakhluk hidup, jaring-jaring makanan adalah kumpulan rantai makanan yang saling berhubungan
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Jika sebelumnya kita sudah mempelajari tentang rantai makanan, kali ini kita akan membahas mengenai jaring-jaring makanan.
Sebenarnya, apa itu jaring-jaring makanan? Apa bedanya dengan rantai makanan?
Jika rantai makanan adalah jalur dimakan dan memakan antarmakhluk hidup dengan urutan tertentu, jaring-jaring makanan adalah kumpulan rantai makanan yang saling berhubungan dan tumpang tindih di satu ekosistem yang sama.
Rantai makanan ini dapat saling berhubungan dan tumpang tindih karena di dalam suatu ekosistem, terdapat lebih dari satu rantai makanan.
Dalam jaring-jaring makanan, satu makhluk hidup dapat berada di lebih dari satu rantai makanan. Selain itu, satu makhluk hidup juga dapat memakan makanan yang berbeda dari waktu ke waktu. Artinya, seekor elang tidak hanya memakan ayam secara terus menerus, tetapi juga memakan hewan yang lain.
Makhluk hidup dalam jaring-jaring makanan juga dapat memiliki lebih dari satu peran. Contohnya, ular dapat menjadi konsumen puncak di satu rantai makanan, tetapi tidak di rantai makanan yang lain. Bisa saja ular dimakan oleh elang di rantai makanan yang berbeda, yang artinya ular tidak menjadi konsumen puncak di rantai makanan tersebut.

Dalam jaring-jaring makanan, satu produsen dapat dimakan oleh berbagai macam konsumen tingkat I. Misalnya, padi tidak hanya dimakan oleh belalang, tetapi juga oleh tikus dan ulat.
Konsumen tingkat I pun tidak hanya mengonsumsi satu jenis produsen, seperti ulat yang tidak hanya memakan padi, tetapi juga daun-daunan yang lain.
Selanjutnya, ulat sebagai konsumen tingkat I dapat dimakan oleh konsumen tingkat II yang berbeda, seperti oleh katak dan juga ayam. Kemudian, ayam dapat dimakan oleh berbagai konsumen tingkat puncak, seperti oleh ular maupun elang.
Ular dan elang pun tidak hanya memakan satu jenis konsumen tingkat II, misalnya hanya memakan ayam saja. Akan tetapi, ular dan elang sebagai konsumen puncak ini juga memakan konsumen tingkat II lainnya, seperti tikus, katak, ataupun kadal.
Skema dalam jaring-jaring makanan menggambarkan kondisi nyata pada suatu ekosistem dengan lebih tepat.
Jaring-jaring makanan memperlihatkan bahwa hubungan memakan dan dimakan dalam suatu ekosistem merupakan hubungan yang kompleks, tumpang tindih, dan saling berkaitan antara yang satu dengan yang lain.
Demikian materi mengenai jaring-jaring makanan. Semoga artikel ini bermanfaat!
(MG Meisya Primajesta Ismujati)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.