Presiden Jokowi Kunjungi Purworejo

Pesan Jokowi Setelah Resmikan Terminal Tipe A Purworejo: Image Preman Harus Hilang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Kabupaten Purworejo untuk meresmikan Terminal Tipe A Purworejo

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/Dewi Rukmini
Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menekan bel berbunyi klakson bus dan menandatangani prasasti saat meresmikan empat Terminal Tipe A yang dipusatkan di Terminal Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (212024). 

Tribunjogja.com Purworejo - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Kabupaten Purworejo untuk meresmikan Terminal Tipe A Purworejo yang belum lama ini selesai dibangun, Selasa (2/1/2024).

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga meresmikan tiga Terminal Tipe A lain yang berada di Kabupaten Wonosobo, Blitar, dan Madiun.

Sehingga, total ada empat Terminal Tipe A yang diresmikan oleh orang nomor satu di Indonesia itu.

Peresmian empat terminal tersebut secara simbolis ditandai dengan penekanan bel berbunyi klakson bus dan penandatanganan prasasti.

Adapun rincian empat terminal yang diresmikan Jokowi antara lain Terminal Purworejo di Kabupaten Purworejo (Jawa Tengah), Terminal Mendolo di Kabupaten Wonosobo (Jawa Tengah), Terminal Patria di Kota Blitar (Jawa Timur), dan Terminal Purboyo di Kota Madiun, Jawa Timur.

Baca juga: BREAKING NEWS: Presiden Jokowi Kunjungi Pasar Purworejo, Sebut Stok Beras Masih Aman

Jokowi mengatakan, saat ini masalah macet (kemacetan) terjadi hampir di semua kota. Sebab, semua orang menggunakan kendaraan pribadi, semisal mobil dan sepeda motor.

"Keluhan-keluhan itu harus dijawab, kota kecil pun sekarang sudah macet. Sehingga transportasi massal (umum) harus terus terus didorong," ungkap Jokowi, Selasa (2/1/2024).

Menurut Jokowi, pemerintah terus kejar-kejaran menanggapi masalah kemacetan yang terjadi di semua kota. Pihaknya, terus berupaya dan berani membangun sarana prasarana yang mendukung transportasi massal ataupun transportasi umum.

"(Semisal) di Jakarta sudah ada MRT, meskipun belum selesai (dibangun) sudah ada KRL. Ternyata (KRL) masih belum cukup, maka ada kereta cepat yang cukup membantu walaupun cuma sampai Bandung," katanya.

"Meskipun banyak pro dan kontra, misalnya pembangunan kereta cepat. Tetapi antar kota di Jawa nanti pada suatu saat kotanya akan tersambung.

"Sampai menjadi aglomerasi yang mau tidak mau kalau transportasi massalnya tidak terbangun maka akan stuck dan macet bisa terjadi. Contoh di Jakarta mau keluar rumah ke jalan sudah mentok, macet," paparnya.

Baca juga: Terminal Tipe A Purworejo Bakal Diresmikan Presiden Jokowi, Menhub Cek Kondisi

Oleh karena itu, Jokowi mengaku memberikan dukungan pembangunan sarana dan prasarana transportasi umum agar bisa meningkatkan konektivitas antar kota, antar kabupaten, serta antar provinsi.

Jokowi menyebut, image (citra) terminal bus yang dulu sarat dengan kata preman, kini sudah harus dihilangkan. Sebab, terminal harus melekat dengan tempat pelayanan yang memberikan dukungan peningkatan ekonomi UMKM masyarakat.

"Mestinya yang namanya terminal bus seperti ini. Kalau dulu, image terminal adalah preman, itu sudah harus hilang. Karena terminal adalah tempat pelayanan yang juga memberikan dukungan peningkatan ekonomi UMKM terlibat di dalamnya," ujar dia.

Orang nomor satu di Indonesia itupun memberi arahan kepada Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, untuk melihat potensi terminal di Kabupaten lain.

Agar kabupaten yang memiliki terminal bagus sesuai standar nasional bukan hanya Kabupaten Purworejo, Wonosobo, Madiun, dan Blitar saja. Melainkan bisa merata ke seluruh Kota/Kabupaten di tanah air. (Tribunjogja.com/Drm)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved