Hadis Harian
Hadits Arbain ke 10 : Sudah Berdoa Namun Tidak Dikabulkan Mungkin Ini Penyebabnya
Anjuran untuk berinfaq dari barang yang halal dan larangan untuk berinfaq dari sesuatu yang haram.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Allah subhanahu wa ta’ala Maha Baik, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Maka perlu diperhatikan bahwa Allah tidak akan menerima kecuali yang Baik saja.
Baik d isini dimaksudkan dengan Halal, perkara halal dijelaskan oleh Imam Abu Hanifah ialah apa yang ditunjukkan oleh dalil atas kehalalannya sedangkan perkara haram dijelaskan oleh Imam Syafi’I ialah apa yang ditunjukkan oleh dalil atas keharamannya.
Dalam hadits Arbain ke 10 dijelaskan tentang tidak terkabulnya suatu doa yang dipanjatkan oleh seorang hamba dikarenakan perkara haram yang ia lakukan.
Berikut hadits arba’in ke 10 dalam kitab Arbain An-Nawawi,
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: (إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبَاً وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ المُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِيْنَ فَقَالَ: (يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوْا صَالِحاً) (المؤمنون: الآية 51) ، وَقَالَ: (يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) (البقرة: الآية 172)،ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan kepada kaum mukminin dengan sesuatu yang Allah perintahkan pula kepada para rasul. Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: ”Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal shalih.” Dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: ”Wahai orang-orang yang beriman, makanlah kalian dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepada kalian.” Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan seseorang yang melakukan perjalanan panjang dalam keadaan dirinya kusut dan kotor, dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa: ”Wahai Rabb-ku, wahai Rabb-ku,” namun makanannya haram, minumannya haram dan pakaiannya haram dan kenyang dengan sesuatu yang harom, lalu bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?.” (HR. Muslim no. 1015)
Hadits ini merupakan hadits yang penting karena memuat beberapa kaidah dalam Islam dan beberapa kaidah dalam hukum.
Di antaranya menjelaskan tentang syarat diterimanya amalan seorang hamba dan pentingnya membersihkan semua amalan kita dari noda yang bisa merusaknya sehingga tidak diterima di sisi Allah subhaanahu wa ta’ala
Hadits ini juga menjelaskan tentang pentingnya memperhatikan masalah makanan, minuman dan pakaian dari yang halal dan baik, dan menjauhkannya dari yang haram dan buruk karena itu merupakan salah satu sebab dari tidak diterimanya do’a seseorang.
Di samping itu juga menjelaskan tentang salah suatu ibadah yang paling tinggi nilainya di sisi Allah subhaanahu wa ta’ala yaitu do’a.
Menurut Imam Syafi’i, toyyib berarti ladzidz, yakni lezat atau nikmat secara syariat. Ciri rezeki yang baik yaitu rezeki yang membawa pada ketaatan yang makin meningkat, bukan malah melalaikan.
Dalam setiap pemberian (rezeki) selalu ada ujian. Nikmat selalu berpasangan dengan hasad (kedengkian). Sehingga penting untuk mengakhiri setiap yang kita lakukan dengan hamdalah, agar tetap dilindungi Allah, khususnya dari hasad yang termasuk virus hati yang berbahaya.
Pelajaran Hadits
- Sesuatu yang disebut baik adalah apa yang dinilai baik disisi Allah subahanahu wa ta’ala.
- Berlarut-larut dalam perbuatan haram akan mengahalangi terkabulnya doa.
- Hadits ini mencakup amal perbuatan, shadaqah, makanan, dan penghasilan. Artinya, tidak boleh beramal kecuali yang baik, tidak boleh bershadaqah kecuali dengan harta yang baik, dan tidak boleh mencari makanan atau pun pekerjaan kecuali yang baik-baik saja.
- Makanan, pakaian, minuman, dan suplemen yang haram bisa membuat doa seseorang ditolak oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala meskipun di saat yang sama dia telah melakukan beberapa faktor yang bisa membuat doanya dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
- Dalam hadits terdapat sebagian dari sebab-sebab dikabulkannya do’a : Perjalanan jauh, kondisi yang bersahaja dalam pakaian dan penampilan dalam keadaan kumal dan berdebu, mengangkat kedua tangan ke langit, meratap dalam berdoa, keinginan kuat dalam permintaan, mengkonsumsi makanan, minuman dan pakaian yang halal.
- Anjuran untuk berinfaq dari barang yang halal dan larangan untuk berinfaq dari sesuatu yang haram.
(MG An-Nafi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/2-DOA-Akhir-Tahun-dan-Doa-Awal-Tahun-2024-Allahumma-anta-al-Abadiyyu.jpg)