Puisi
Arti dan Makna Puisi Senja Di Pelabuhan Kecil Karya Chairil Anwar
Berikut Arti dan Makna puisi Senja Di Pelabuhan Kecil Karya Chairil Anwar. Puisi-puisi Chairil Anwar selalu berhasil membawa pembaca larut didalamnya.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Chairil Anwar penyair terkenal Indonesia yang namanya akan tetap hidup dalam dunia sastra.
Penyair yang di kenal dengan sebutan "Si Binatang Jalang" ini karyanya akan terus berkiprah dalam perkembangan puisi-puisi.
Chairil Anwar berhasil membawa pembaca puisi-puisinya kedalam suasana yang dibangun dalam tiap bait demi bait yang ditulisnya. Chairil Anwar telah menulis banyak puisi dalam masa hidupnya.
Salah satu puisi yang ditulis Chairil Anwar yang berjudul Senja Di Pelabuhan Kecil.
Puisi ini seolah mengambarkan tentang sebuah keikhlasan.
Dari penggunaan judul saja Chairil Anwar juga sudah dapat menunjukkan tentang bagaimana sebuah keikhlasan melalui senja.
Senja adalah sesuatu hal yang tidak abadi, kita akan berpisah dengan senja nantinya ketika sebuah malam datang.
Chairil Anwar dalam puisi "Senja Di Pelabuhan Kecil" juga tergambar sebuah perasaan yang kesepian dapat kita lihat pada penggalan puisi Tiada lagi. Aku sendirian. dari penggalan bait puisi ini sangat jelas mengambarkan sebuah perasaan yang sepi.
Baca juga: Puisi Batu Belah Asrul Sani: Dalam rimba rumah sebuah teratak bambu terlampau tua
Chairil Anwar dalam puisi ini seperti mengajak pembaca puisinya untuk ikhlas akan semua kehidupan ini bahwa tidak ada yang abadi bersama kita, semua akan hilang dan tinggal seorang diri.
Puisi Senja Di Pelabuhan Kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
Di antara gudang, rumah tua, pada cerita
Tiang serta temali
Kapal, perahu tiada berlaut
Menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam
Ada juga kelepak elang menyinggung muram
Desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan
Tidak bergerak dan kini tanah air tidur hilang ombak
Tiada lagi. Aku sendirian.
Berjalan menyisir semenanjung
Masih pengap harap
Sekali tiba di ujung
Dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat
Sedu penghabisan bisa terdekap
(MG Anggita Pertiwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/6-Kumpulan-Puisi-Hari-Pahlawan-Karya-Chairil-Anwar-Salah-Satunya-Persetujuan-dengan-Bung-Karno.jpg)