Mengenal Pengabdian Masyarakat Internasional yang Maba Harus Tahu, Bisa Ikut Agenda KBRI

Mengenal pengabdian masyarakat yang biasanya dilakukan civitas akademika kampus. Para maba harus tahu dan perlu mengikuti.

Tayang:
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
freepik
Ilustrasi KKN 

TRIBUNJOGJA.COM - Tribunners, calon mahasiswa baru (camaba) perlu mengenal pengabdian masyarakat yang bakal dilakukan oleh civitas akademika kampus.

Biasanya, pengabdian masyarakat dilakukan di daerah di Indonesia, tapi tidak menutup kemungkinan, pengabdian masyarakat juga dilakukan di negara lain.

Contohnya, kegiatan pengabdian masyarakat internasional yang digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, pada September-Desember 2023.

Pengabdian masyarakat internasional itu biasanya ditujukan untuk meningkatkan motivasi maupun visi misi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ditempatkan di Malaysia.

Cara yang dilakukan bisa dengan mengadakan seminar yang diisi oleh civitas akademika, seperti Hasman Zhafiri Muhammad, S.Pd., S.H., M.H., yang melatih bisnis berdasarkan prinsip syariah bagi masyarakat migran di Malaysia di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (10/12/2023).

Biasanya, pengabdian masyarakat internasional berkolaborasi dengan ratusan universitas di Indonesia, kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sharing-Indonesian Academician Community.


Dikutip dari berbagai sumber, program seperti ini juga bekerja sama dengan perhimpunan pelajar Indonesia (PPI) yang ada di negara setempat maupun suatu kampus.

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional II ini khususnya melibatkan 290 dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan yang berasal dari Sabang sampai Marauke.

Agenda bisa diikuti secara hybrid, tapi ada juga yang bertolak ke Kuala Lumpur.

Pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi

Mengutip laman UGM, pengabdian masyarakat merupakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, disamping dharma pendidikan dan pengajaran serta dharma penelitian.

Statuta UGM yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah nomor 67 tahun 2013 mengemukakan bahwa UGM mempunyai visi sebagai pelopor perguruan tinggi nasional berkelas dunia yang unggul dan inovatif, mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan dijiwai nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila.

Visi UGM tersebut dilaksanakan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Tugas UGM tidak hanya melaksanakan pendidikan bagi mahasiswanya, tetapi juga melaksanakan riset dan mengembangkan inovasi, serta pelestarian dan pengembangan ilmu yang unggul dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pengabdian masyarakat merupakan bagian integral tri dharma perguruan tinggi yang dalam pelaksanaannya tidak terlepas dari dua dharma yang lain serta melibatkan segenap sivitas akademik: dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan serta alumni.

Melalui pengabdian masyarakat, UGM hadir ditengah-tengah masyarakat bangsa Indonesia.

Bahkan ditengah arus globalisasi, UGM telah menawarkan kepada dunia untuk menyelenggarakan kolaborasi pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh para mahasiswa dan dosen asing untuk berkarya bersama di Indonesia.

Demikian pula ke depan UGM merancang pengabdian masyarakat dunia, melalui berbagai kiprah kerjasama dengan mitra internasional dapat berkarya di berbagai penjuru dunia.

 

( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved