Hadis Harian
Pentingnya Berpikir Kritis Menurut Hadis Rasulullah
Dari 'Amru bin al-'Ash radhiyallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Ada tiga macam akal: akal orang mukmin, akal
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM - Sebagai agama yang mengutamakan akal dan ilmu, Islam mendorong umatnya untuk berpikir secara kritis dan rasional dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan.
Berfikir kritis merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap muslim agar dapat memahami agama dengan lebih baik, menyikapi isu-isu sosial dan politik dengan bijak, serta mengembangkan kemampuan intelektual yang lebih baik.
Berpikir kritis dalam islam disebut Tafakur. Perintah untuk berpikir kritis tertulis dalam al-quran Ali-Imran ayat 190-191,
اِنَّ فِىۡ خَلۡقِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَاخۡتِلَافِ الَّيۡلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الۡاَلۡبَابِ( .١٩)
الَّذِيۡنَ يَذۡكُرُوۡنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوۡدًا وَّعَلٰى جُنُوۡبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُوۡنَ فِىۡ خَلۡقِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هٰذَا بَاطِلًا ۚ سُبۡحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ١٩١
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka”.
Disamping itu, orang yang mampu berpikir kritis disebut Ulil Albab. Ulil Albab adalah sebuah konsep yang membahas tentang akal berpikir manusia.
Ulil Albab juga bisa dimaknai seorang muslim yang menempatkan Allah, Rasul dan Islam di dalam hatinya.
Berikut beberapa hadis pentingnya berpikir kritis,
"Orang yang cerdas ialah orang yang mampu mengintrospeksi dirinya dan suka beramal untuk kehidupannya setelah mati. Sedangkan orang yang lemah ialah orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya dan berharap kepada Allah Swt. dengan harapan kosong." (HR Tirmidzi)
Dari 'Amru bin al-'Ash radhiyallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Ada tiga macam akal: akal orang mukmin, akal orang munafik, dan akal orang yang bingung. Maka carilah akal yang berasal dari orang mukmin." (HR. Bukhori 2986)
"Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Dan di dalam keduanya terdapat kebaikan. Hendaklah engkau selalu mencari apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau merasa lemah." (HR. Tirmidzi)
"Ada tiga macam akal: akal orang mukmin, akal orang munafik, dan akal orang yang bingung. Maka carilah akal yang berasal dari orang mukmin." (HR. Bukhari)
"Bersegeralah kalian beramal sebelum datangnya tujuh perkara yaitu: Apa yang kalian tunggu selain kemiskinan yang melalaikan, atau kekayaan yang menyombongkan, atau sakit yang merusak tubuh, atau tua yang melemahkan, atau kematian yang cepat, atau Dajal maka ia adalah seburuk-buruknya makhluk yang dinantikan, ataukah kiamat, padahal hari kiamat itu adalah saat yang terbesar bencananya serta yang terpahit dideritanya?" (HR. Tirmidzi)
(MG An-Nafi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/orang-berpikir.jpg)