Kuliner Jogja

Jenang Gempol Bu Yah Pasar Pujokusuman Jogja, Makanan Legendaris

salah satu cemilan tradisional Jogja di pagi hari yaitu Jenang Gempol, bubur sumsum dan siraman gula merah makin menggoda buatan jenang gempol Bu Ya

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Google maps
Jenang Gempol Bu Yah 

TRIBUNJOGJA.COM - Jenang Gempol Bu Yah merupakan makanan lapak legendaris di Yogyakarta yang dirintis sejak 1983.

Untuk lokasi lapak Jenang Gempol Bu Yah, di Pasar Pujokusuman, Jogja.

Namun ada beberapa cabang di depan SD, Kotagede dan Pasar Legi, yang dikelola oleh anak Bu Dakiya sebagai pemilik warung Jenang Gempol Bu Yah generasi ke 4.

Jenang Gempol merupakan hidang manis yang terbuat dari bubur sumsum dan gempol beras.

Hidangan ini biasanya di sajikan sebagai makanan penutup atau sarapan

Jenang gempol ini terunsur dari dua komponen utama  yaitu bubur sumsum dan gempol beras.

Hidangan Jenang Gempol Bu Yah ini sama seperti jenang gempol lainnya, yang dimana gempol beras terbuat dari tepung beras yang campur air lalu di bentuk bulat- bulat lalu di kukus

Dan bubur sumsum dari santan yang di masak sampai mengental lalu di campurkan dengan gula merah.

Rasa yang manis gurih pada bubur sumsumnya yang lembut dan creamy dan gempol yang kenyal dan gurih

Perpaduan rasa dan tekstur ini, membuat Jenang Gempol Bu Yah menjadi hidangan yang lezat, dan sangat cocok dinikmati saat sarapan

Uniknya Jenang Gempol Bu Yah yaitu di sajikan menggunakan daun pisang, yang menambahkan citarasa alami dan khas.

Jenang Gempol Bu Yah bisa menghabiskan 10 kg tepung beras sehari, bahkan saat covid warung ini bisa menghasilkan  25 kg tepung beras dalam sehari

untuk harganya sendiri satu picuk jenang di hargai Rp 5.000, dan buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB. (*)

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved