Berita Jogja Hari Ini

Masuki Musim Hujan, BPBD DIY Petakan Daerah Rawan Bencana

Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mulai memetakan daerah rawan bencana. Pemetaan itu dilakukan

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mulai memetakan daerah rawan bencana.

Pemetaan itu dilakukan di sejumlah daerah termasuk kawasan Pegunungan Menoreh dan area Gunungkidul yang rentan terhadap terjadinya tanah longsor.

Di samping itu, BPBD DIY juga mengimbau kepada pengurus desa siaga bencana untuk meningkatkan koordinasi dan pengawasan supaya antisipasi bencana bisa dilakukan secara optimal.

Baca juga: DP3P2KB Sleman Ajak Perempuan untuk Melek Politik

"Saat ini di DIY ada 332 desa siaga bencana yang sudah siap menjalankan tugas sesuai dengan potensi masing-masing. Meski begitu kami minta kepada masyarakat terutama yang tinggal di daerah bantaran sungai dan perbukitan untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Seandainya terjadi bencana mereka bisa melaporkan lewat aplikasi Pamor," kata Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad di Yogyakarta, Kamis (30/11/2023).

Lebih lanjut Noviar mengatakan, bantuan dropping air bersih masih masih disiagakan kendati saat ini telah memasuki musim penghujan.

Hal tersebut lantaran curah hujan di DIY belum sepenuhnya merata. 

"Meski sudah masuk musim penghujan tapi ada beberapa kapanewon seperti di Gunungkidul yang intensitas hujannya masih rendah. Sehingga masih dilakukan droping air bersih. Sampai hari ini sudah sekitar 31 juta liter air bersih yang terdistribusi ke wilayah yang masih terdampak kekeringan. Curah hujan dengan kapasitas yang masih rendah ini terjadi di daerah Gunungkidul dan Sleman," terangnya.

Noviar menambahkan, BPBD DIY terus melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir dampak dari adanya bencana alam.

Satu di antaranya dengan meningkatkan koordinasi dan mengingatkan masyarakat untuk lebih peka terhadap adanya bencana alam.

Dengan adanya antisipasi tersebut, masyarakat diharapkan bisa mengetahui tindakan apa yang perlu dilakukan saat bencana terjadi. (Han)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved