Pemilu 2024

Jelang Pemilu 2024, Bupati Magelang Ingatkan ASN untuk Jaga Netralitas

Selaku penyelenggara pemerintahan, netralitas ASN menjadi refleksi atas penyelenggaraan Pemilu sesuai asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Bupati Magelang Zaenal Arifin bersama Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana saat menghadiri kegiatan Jawa Tengah Bersholawat bersama Muhammad Ulul Azmi Askandar al-Abshor 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Bupati Magelang Zaenal Arifin menyebut Pemilu yang sebentar lagi akan dilaksanakan bersama menjadi tolok ukur keberhasilan, apabila demokrasi di suatu negara yang menganut paham demokrasi dilaksanakan dengan baik.

Untuk itu, netralitas merupakan modal penting bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Selaku penyelenggara pemerintahan, netralitas ASN menjadi refleksi atas penyelenggaraan Pemilu sesuai asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

"Mari kita semua sukseskan Pemilihan Umum Tahun 2024 dengan mematuhi dan mengikuti peraturan Perundang-Undangan yang berlaku, sehingga setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu dari awal hingga akhir nanti dapat berlangsung dengan tertib, aman dan damai serta bermartabat" Tutur Zaenal saat memberi sambutan dalam acara bersholawat bersama Muhammad Ulul Azmi Askandar al-Abshor (Gus Azmi) dalam rangka Integritas Korpri Dukung Netralitas Untuk Pemilu 2024 di Lapangan drh. Soepardi, Kota Mungkid, Jumat (17/11/2023).

Baca juga: Belasan Tokoh Masyarakat di Magelang Serukan Pemilu Damai 2024

Lebih lanjut, Zaenal mengungkapkan, melalui momentum Jateng bersholawat ini, Zaenal berharap agar di maknai sebagai peneguhan sikap dan aktualisasi nilai-nilai perdamaian, perbedaan pendapat dan keyakinan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara tanpa ada pelanggaran HAM, penistaan agama, ujaran kebencian, dan lain sebagainya.

Menurutnya, agama Islam dalam menjalankan ibadah banyak memberikan peluang kebaikan bagi seluruh umatnya, termasuk memperbanyak selawat yang di selenggarakan pada malam hari ini.

"Dengan selawat kita diberikan hidup lebih berkah, dilancarkan rezekinya, dimudahkan segala urusan-urusan dunia, dan harapan serta cita-cita kita, sehingga akan tercapai kebahagian hidup di dunia hingga akherat. Amin," Kata, Zaenal.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana menyampaikan, ASN harus bisa menjadi suri tauladan yang bermanfaat bagi masyarakat, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Iman Ahmad bahwasanya Rasulullah" Kata, Nana Sudjana.

Nana Sudjana menghimbau kepada ASN agar menggunakan media sosial secara bijak, sehingga jangan sampai ASN terprovokasi dan terjebak ikut menyebarkan hoax dan ujaran kebencian (hate speech), atau menunjukkan kecenderungan memihak peserta Pemilu.

Dalam upaya menjaga netralitas, ASN dilarang melakukan foto bersama dengan peserta Pemilu dengan mengikuti simbol tangan atau gerakan yang menunjukkan keberpihakan mengunggah, menanggapi, dan menyebarluaskan gambar, foto, video peserta Pemilu.

"Apalagi menjadi narasumber pertemuan partai politik yang mengarah pada kampanye, menghadiri deklarasi/rapat konsolidasi, dan sejenisnya menggunakan atribut peserta Pemilu, serta tindakan-tindakan keberpihakan lainnya," pesan, Nana Sudjana.

Ia berharap, ASN di Jawa Tengah benar-benar menaati semua aturan tersebut, karena kalau diketahui melanggar, akan dikenakan hukuman disiplin, sesuai jenis pelanggarannya, bisa sedang, bisa juga berat. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved