Berita Gunungkidul Hari Ini
Warga Pengkok Gunungkidul Olah Tanaman Obat Keluarga Jadi Jamu Bernilai Ekonomis
Tanaman obat keluarga (toga) menjadi salah satu potensi alam di Gunungkidul yang dapat dikembangkan dengan baik, seperti untuk pengobatan tradisional
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Tanaman obat keluarga (toga) menjadi salah satu potensi alam di Gunungkidul yang dapat dikembangkan dengan baik, seperti untuk pengobatan tradisional dan jamu.
Salah satu wilayah yang memiliki potensi ini, di Desa Pengkok, Gunung Ireng, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.
Lurah Pengkok, Sigit mengatakan dalam mengolah obatan herbal dilakukan pendampingan dan pembinaan dari beberapa instansi.
Baca juga: SKK Migas Wilayah Sumbagut Dorong KKKS Berikan PPM Berkelanjutan
Di antaranya, kerjasama PPK Ormawa Kelompok Studi Ilmiah MIPA Saintist Universitas Negeri Yogyakarta bersinergi dengan Rumah Produksi Kelompok Wanita Tani "Lestari" Kalurahan Pengkok dalam mengolah tanaman obat-obatan keluarga menjadi jamu serbuk.
"Menjadi momentum penting untuk saling berbagi ilmu, pengalaman, dan inovasi terkait pengolahan (Toga) dan memberikan kesadaran betapa pentingnya tanaman obat keluarga dalam mendukung kesehatan keluarga," terangnya.
Selain mengolah tanaman herbal menjadi jamu secara mandiri.
Kata dia, atas kerja sama itu juga dibuat kafe jamu bernama 'Rampoeng' yang nerada di area wisata Gunung ireng.
Di mana, kafe ini berkonsep modern dengan menu tradisional.
"Menu unggulan olahan minuman jamu seperti jamu jahe kelor, beras kencur, jahe plus kunyit & temulawak, dan juga tersedia makanan nasi uduk daun kelor dengan lauk nugget daun kelor. Diharapkan, ini bisa seterusnya agar kedepan bisa dapat mengurangi angka pengangguran di desa ini," tuturnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Edi Purwanta menyampaikan, dibentuknya kegiatan ini merupaksan salah satu program PPK Ormawa.
Dengan tujuan untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat agar memaksimalkan potensi di sekitarnya untuk kemajuan ekonomi.
"Maka dari itu, produk Toga yang diproduksi oleh masyarakat, bisa dipromosikan melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian sehingga tercipta perputaran ekonomi itu tadi," urainya. (ndg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Penampakan-cafe-jamu-Rampoeng-yang-sedikam-menu.jpg)