Berita Bisnis Terkini

Pelaku Angkutan Pariwisata Yogyakarta Optimis Sektor Transportasi Terus Tumbuh hingga Akhir Tahun

Ekonomi DIY secara kumulatif tumbuh 5,14 persen pada triwulan III tahun 2023. Transportasi menjadi salah satu sektor yang tumbuh 13,35 persen.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
pixabay
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ekonomi DIY secara kumulatif tumbuh 5,14 persen pada triwulan III tahun 2023.

Menurut catatan BPS DIY hampir semua sektor ekonomi tumbuh positif. 

Transportasi menjadi salah satu sektor yang tumbuh dua digit sebesar 13,35 persen.

Selisih tipis dengan jasa keuangan yang tumbuh sebesar 14,14 persen pada triwulan III 2023. 

Ketua Paguyuban Pelaku Angkutan Pariwisata Yogyakarta, Hantoro mengakui kinerja angkutan pariwisata tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Meski tahun 2022 lalu angkutan pariwisata sudah bangkit, namun masih terjadi fluktuasi. 

Baca juga: Permudah Akses Transportasi, Sekda DIY Dukung Pembangunan Rute Kereta Cepat di DI Yogyakarta

"Tahun 2022 sebenanya tinggi juga, tetapi fluktuatif. Kadang tinggi kadang tidak. Kalau tahun ini bisa dikatakan stabil, ya kondisinya lebih baik. Ini karena semua aktivitas berjalan normal," katanya, Kamis (09/11/2023). 

"Tempat-tempat pariwisata sudah dibuka, kampus sudah mulai melakukan kegiatan studi wisata dan kunjungan industri. Kemudian instansi juga melakukan perjalanan dinas, sekolah juga melakukan studi wisata. Ini semua kan menggunakan jasa angkutan pariwisata," sambungnya. 

Dirut PT Gelis Gedhe Maju Mandiri (GeGe Transport) itu optimis kinerja angkutan pariwisata akan tumbuh positif hingga akhir tahun.

Mengingat kegiatan masyarakat sudah pulih dan tidak ada lagi ancaman COVID-19. 

Hanya saja, ia mewaspadai kegiatan kampanye yang akan berlangsung akhir tahun ini.

Satu sisi kegiatan kampanye bisa berkontribusi positif bagi angkutan pariwisata, namun di sisi lain kampanye yang tidak tertib justru akan menghambat mobilitas angkutan pariwisata

"Di saat pergerakan massa ini besar, tidak menutup kemungkinan untuk menyewa angkutan pariwisata. Tapi saat kampanye seperti itu membuat kondisi jalan kurang kondusif, sehingga agak terkendala (mobilitasnya)," ujarnya. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved