Bappenas Paparkan Tantangan Triple Planetary Crisis dalam SDGs SAC 2023 di Jogja

Suharso Monoarfa mencontohkan fenomena perubahan iklim memberikan dampak terhadap kelangkaan air serta penurunan produktivitas pertanian

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/AZKA RAMADHAN
Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, dan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, saat memberikan keterangan pers di sela agenda SDGs Annual Conference (SAC) 2023 di Yogyakarta, Senin (6/11/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI memaparkan triple planetary crisis menjadi tantangan utama dalam pencapaian target tujuan pembangunan berkelanjutan.

Adapun yang dimaksud triple planetary crisis adalah, ancaman perubahan iklim, peningkatan polusi, serta kehilangan keanekaragaman hayati, yang saat ini menjadi pekerjaan rumah untuk pemerintah.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, mencontohkan fenomena perubahan iklim memberikan dampak terhadap kelangkaan air serta penurunan produktivitas pertanian.

Tidak main-main, lanjutnya, di Indonesia tercatat mengalami penurunan curah hujan tahunan sekitar 1 hingga 4 persen pada rentang 2020 hingga 2034 mendatang.

"Hal ini tentu akan berimplikasi terhadap kejadian kekeringan, berkurangnya ketersediaan air, bahkan bisa memicu konflik kebutuhan air," tandasnya di sela SDGs Annual Conference (SAC) 2023 di Yogyakarta, Senin (6/11/2023).

Ia menyatakan, bagaimanapin sektor pertanian maupun energi sangat bergantung pada sumber daya air, tidak hanya dalam menciptakan lingkungan ketergantungan, namun juga potensi konflik. 

Kondisi ketahanan pangan di Indonesia dapat dilihat dari tingkat konsumsi pangan rumah tangga, di mana angka prevalensi ketidakcukupan konsumsi pada 2022 mengalami peningkatan menjadi 10,21 persen.

"Peningkatan ini terjadi pada penduduk dengan pengeluaran 40 persen terbawah, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, penduduk dengan disabilitas dan anak-anak," terangnya.

Namun, Suharso mengatakan, meski situasi global dan regional dewasa ini sarat akan tantangan, capaian SDGs (Sustainable Development Goals) Indonesia masih cenderung baik.

Dijelaskannya, capaian indikator SDGs Indonesia mencapai 62 persen dari total target yang dapat dievaluasi. 

"Maka, Indonesia dianggap paling progresif dalam pencapaian SDGs pada katagori negara dengan pendapatan menengah atas," ucapnya. 

Sebagai informasi, SDGs SAC 2023 di Yogyakarta digulirkan untuk membahas tujuh tahun tersisa bagi Indonesia dan dunia, dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030.

SDGs SAC 2023 sendiri mengusung tema besar “Air, Energi, dan Pertanian menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan."

Tema tersebut, selaras dengan fokus Tujuan 2 Tanpa Kelaparan, Tujuan 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak, Tujuan 7 Energi Bersih dan Terjangkau, serta Tujuan 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved