Forda I DIY 2023, Yogyakarta dan Bantul Bersaing Ketat dalam Perolehan Medali

Untuk sementara, Kontingen Kota Yogyakarta memimpin dengan 12 medali emas, 10 perak dan 8 perunggu.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Istimewa
Penyerahan Lomba Langkah Dansa Daerah pada ajang Forda I DIY 2023 di Grha Wanabakti Yas, Yogyakarta, Sabtu (28/10/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kontingen Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul untuk sementara bersaing ketat dalam perolehan medali di Festival Olahraga Masyarakat Daerah (Forda) I DIY 2023.

Berdasarkan data Minggu (29/10/2023) siang, untuk sementara Kota Yogyakarta memimpin dengan 12 medali emas, 10 perak dan 8 perunggu.

Pada peringkat dua ditempati oleh Kabupaten Bantul yang merebut 10 medali emas, 6 perak dan 9 perunggu.

Kemudian, peringkat ketiga dihuni oleh kontingen Kabupaten Sleman yang meraih 8 medali emas, 11 perak dan 13 perunggu.

Untuk peringkat keempat ditempati Kabupaten Gunungkidul dengan 1 medali emas, 3 perak dan 1 perunggu, sedangkan di peringkat kelima ditempati Kabupaten Kulonprogo dengan 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu.

Raihan medali-medali tersebut berasal dari 11 induk olahraga (Inorga) yakni, ADYTI, IOSKI, STI, PORGASI, PORPI, ULDI, LSPSN, PORTINA, YJI, PELANGI, KPSN.

Ketua Panitia Forda DIY, Dapan mengatakan semua Inorga telah melaksanakan lomba sesuai dengan protokol yang ditetapkan.

"Semua Inorga sudah menjalankan lomba sesuai dengan aturan masing-masing Inorga, kami melihat pelaksanaannya lancar dan tidak ada masalah," jelasnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan lomba di masing-masing Inorga juga sudah berjalan baik sesuai dengan kesepakatan antara masing-masing Inorga dengan KORMI selaku penyelenggara Forda.

"Sampai saat ini tidak ada komplain dari Inorga ke KORMI, jadi ini membuktikan bahwa Inorga telah bisa menggelar perlombaan secara mandiri sesuai kesepakatan dengan Inorga," jelasnya.

Disinggung mengenai kualitas pegiat yang tampil di Forda kali ini, Dapan melihat kualitasnya masih membutuhkan latihan lebih maksimal jika ingin tampil di ajang dengan level lebih tinggi, seperti di Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas).

"Masih perlu dipantau dan dibina untuk menuju ke level nasional. Pasalnya, pegiat yang baru masih belum terlihat dan pegiat yang sudah pernah ikut Fornas kualitasnya masih diatas mereka," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved