Berita Video

Situasi di Perbatasan Lebanon Makin Menegangkan

Kelompok Hizbullah Lebanon yang disokong Iran hari Senin (16/10/2023), mengumumkan mereka memulai penghancuran kamera pengawas di beberapa pos militer

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Agus Wahyu

TRIBUNJOGJA.COM - Kelompok Hizbullah Lebanon yang disokong Iran hari Senin, (16/10/2023), mengumumkan mereka memulai penghancuran kamera pengawas di beberapa pos militer Israel di sepanjang perbatasan Lebanon.

Hal ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan pasca-pecahnya perang Israel-Hamas.

Media militer milik Hizbullah atau Hezbollah merilis video yang menunjukkan penembak jitu mereka menembak dan menghancurkan kamera pengawas yang ditempatkan di lima titik sepanjang perbatasan Lebanon-Israel.

Termasuk pula satu di luar kota Israel Metula, seperti yang dilaporkan oleh Associated Press, Selasa, (17/10/2023).

Kelompok militan ini tampaknya ingin mencegah tentara Israel memantau pergerakan di sisi Lebanon dari perbatasan setelah beberapa hari tembak menembak yang menewaskan tujuh orang, termasuk empat kombatan Hizbullah di sisi Lebanon.

Sejak serangan pada 7 Oktober oleh kelompok Hamas di selatan Israel yang menewaskan lebih dari 1.400 warga sipil dan tentara Israel, ketegangan meningkat di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel.

Kombatan Hizbullah menembakkan rudal anti-tank ke posisi tentara Israel dan tentara Israel mengebom daerah perbatasan di sisi Lebanon.

Israel dan Hizbullah adalah musuh bebuyutan yang pernah berperang selama sebulan pada musim panas tahun 2006.

Israel menganggap kelompok Syiah yang didukung oleh Iran ini sebagai ancaman terberat saat ini, dengan perkiraan bahwa Hizbullah punya sekitar 150.000 roket dan peluru yang ditujukan ke Israel.

Ada kekhawatiran Hizbullah yang didukung Iran ikut campur dalam perang dengan Israel.

Pada awal bulan ini, Presiden AS Joe Biden memperingatkan pihak lain di Timur Tengah untuk tidak ikut-ikutan dalam konflik ini dan mengirimkan dua gugus tempur kapal induk, USS Gerald R. Ford dan USS Dwight D. Eisenhower ke wilayah tersebut.

Legislator Hizbullah, Hassan Fadlallah, hari Minggu mengatakan kelompoknya siap untuk segala kemungkinan dan menambahkan, "kami tidak ingin mengungkapkan langkah selanjutnya."

Dia mengatakan langkah selanjutnya oleh Hizbullah "terkait dengan apa yang terjadi di Gaza."

Diplomat Prancis hari Senin mengatakan situasi tegang di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel "mengkhawatirkan dan berbahaya" serta mengimbau semua pihak menahan diri, setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Pelaksana Najib Mikati, Ketua Parlemen Nabih Berri, dan Jenderal Joseph Aoun.

Kantor Mikati dalam pernyataan setelah pertemuan dengan Colonna mengatakan dia mendukung proposal Mesir untuk mengadakan pertemuan pemimpin Arab.

Termasuk dengan negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB untuk menemukan solusi guna mencegah eskalasi perang yang sejauh ini menewaskan ribuan warga Palestina dan Israel. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved