Berita Selebriti
5 Band Jebolan IKJ, Ada yang Sampai Manggung di Luar Negeri Hingga Nama Vincent Rompies
Selain menghasilkan seniman dari lintas disiplin ilmu seni, IKJ juga menghasilkan band-band top di skena musik Indonesia.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM – Institut Kesenian Jakarta atau IKJ merupakan kampus yang banyak menghasilkan seniman-seniman terkenal.
Nama-nama seperti Dolorosa Sinaga (seniman patung), Iwan Fals, Hanung Bramantyo, Benny Rachmadi (kartunis), dan masih banyak lagi pernah mengenyam bangku pendidikan di IKJ.
Selain menghasilkan seniman dari lintas disiplin ilmu seni, IKJ juga menghasilkan band-band top di skena musik Indonesia.
Dulu pada periode tahun 90-an hingga 2000an awal, para mahasiswa IKJ sering membuat pertunjukkan musik dari band mereka masing-masing.
Baca juga: 16 Arti Mimpi Membentuk Band, Band Bubar Menurut Primbon, Apa Akan Jadi Tenar?
Karena hal ini banyak band-band terkenal di Indonesia yang dulunya lahir dari skena IKJ.
Berikut 5 band jebolan kampus IKJ.
1. The Upstairs
Band yang terbentuk pada tahun 2001 ini, kini beranggotakan Jimi (vokalis), Kubil (gitar), Rian (drum), Pasya (backing vokal), Gabriella Miranda (synth), dan Haryo (bas dan synth).
Band yang memiliki fans bernama Modern Darling ini konsisten memainkan musik New Wave dan Post Punk sejak awal berdiri.
Dibentuk oleh Jimi Multhazam dan Kubil Idris, The Upstairs awalnya memainkan musik Classic Punk.
Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, mereka mengubah haluan musiknya menjadi New Wave.
The Upstairs telah melepas empat album yaitu “Matraman” (2004), “Energy” (2006), “Magnet! Magnet!” (2009), dan “Katalika” (2012).
Bahkan album “Matraman” termasuk dalam 150 Album Indonesia Terbaik versi Majalah Rolling Stone Indonesia edisi 31 Desember 2007.
2. White Shoes and the Couples Company
White Shoes and the Couples Company merupakan band yang beraliran pop, jazz, funk, dan classic, dibentuk pada tahun 2002 silam.
Band ini beranggotakan Aprilia Apsari (vokal), Yusmario Farabi (akustik gitar dan vokal), Saleh Husein (gitar elektrik dan vokal), Ricky Virgana (bas), Aprimela Prawidyanti (keyboard), dan John Navid (drum).
White Shoes and the Couples Company telah merilis tiga album, diantaranya “White Shoes and the Couples Company” (2005), “Vakansi” (2010), dan “2020” (2020).
Untuk urusan manggung, White Shoes and the Couples Company telah mencicipi berbagai macam panggung baik di dalam negeri bahkan luar negeri.
White Shoes and the Couples Company pernah manggung di Helsinky, pernah juga di Belanda, Italia, Jerman, Swedia, Perancis, bahkan Denmark.
3. Goodnight Electric
Band yang awalnya merupakan projek individu Henry “Batman” ini dibentuk pada tahun 2003.
Lantas Henry “Batman” mengajak Oomleo dan Bondi Goodboy untuk bergabung.
Dengan formasi tersebut Goodnight Electric merilis dua album yang bertajuk “Love and Turbo Action” (2004) dan “Electroduce Yourself” (2007).
Setelah absen beberapa tahun, Goodnight Electric kembali merilis album terbarunya “Misteria” (2020) dengan mengajak personel baru Vincent Rompies, Priscilla Jamail, dan Andi Hans.
Goodnight Electric memilih New Wave, Synth Pop, Dream Pop, Shoegaze sebagai haluan musik mereka.
4. The Adams
Sebelum menggunakan nama The Adams, dulu band ini saat awal terbentuk menggunakan nama Lonely.
Baru pada tahun 2002 nama The Adams resmi digunakan sampai sekarang.
Band yang mendapatkan julukan “Weezer-nya Indonesia” ini telah menelurkan tiga album, di antaranya “The Adams” (2005), “v2.05” (2006), dan “Agterplaas” (2019).
Sempat melakukan bongkar pasang formasi beberapa kali, The Adams kini beranggotakan Ario Hendrawan (gitar dan vokal), Saleh Husein (gitar dan vokal), Pandu Fathoni (bas dan vokal), Gigij Suryo Prayogo (drum), dan Ghina Salsabila (keyboard).
Sempat hiatus lama, The Adams kembali hadir pada tahun 2019 dengan merilis “Agterplaas”.
Kini nama The Adams selalu dinanti ketika festival-festival musik digelar.
5. Naif
Band yang telah malang melintang di kancah musik Indonesia ini, sayang sekali telah menyatakan bubar pada 2021 silam.
Banyak yang menyesalkan bubarnya band yang terbentuk pada tahun 1995 ini, pasalnya lagu-lagu mereka sudah menancap di hati para fans.
Sebelum bubar, Naif beranggotakan David Bayu (vokal), Emil (bas), Pepeng (drum), dan Jarwo (gitar).
‘Piknik 72’, ‘Air dan Api’, dan ‘Benci Untuk Mencinta’ merupakan salah tiga dari tembang-tembang hits milik Naif.
Naif sebenernya tergolong band yang produktif, mereka telah merilis album di antaranya “Naif” (1998), “Jangan Terlalu Naif” (2000), “Titik Cerah” (2002), “The Best” (2005), “Retropolis” (2005), “Televisi” (2007), “Let’s Go” (2008), “A Night At Schouwburg” (2008), “Planet Cinta” (2011), dan “7 Bidadari” (2017).
Para fans menanti momen reuni Naif untuk kembali manggung lagi untuk mengobati rindu.
(MG Aliawan Ghozali Isnaen)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Lirik-Lagu-The-Adams-Konservatif-Anthem-Saat-The-Adams-Manggung.jpg)