Pengetahuan Umum
Profil Chairil Anwar, Penyair Berjuluk Si Binatang Jalang
Chairil Anwar adalah penyair ternama yang dimiliki Indonesia. Karya-karya Chairil Anwar masi tetap eksis hingga sekarang.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Siapa yang tidak kenal dengan penyair ini, Chairil Anwar atau dikenal juga dengan sebutan Si Binatang Jalang.
Chairil Anwar adalah penyair ternama yang dimiliki Indonesia. Karya-karya Chairil Anwar masi tetap eksis hingga sekarang.
Chairil Anwar lahir di Medan, Sumatera Utama pada tanggal 26 Juli 1922. Chairil Anwar telah menghasilkan banyak karya, hingga kini karya-karyanya masi banyak digemari oleh masyarakat.
Chairil Anwar lahir di keluarga yang cukup terpandang, Ayahnya seorang Bupati Indragiri, Riau yang bernama Toeloes dan ibunya Saleha.
Chairil Anwar pernah bersekolah di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) atau sekolah dasar untuk kaum pribumi. Setelah menyelesaikan pendidikan di HIS Chairil Anwar melanjutkan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO).
Sejak masih remaja Chairil Anwar sudah mempunya tekad untuk menjadi seorang seniman, dan akhirnya menggeluti dunia sastra ketika ia ikut ibunya pindah ke Batavia (Jakarta) usai perpisahan kedua orang tuanya.
Chairil Anwar mulai merambah dunia-dunia sastra, hingga mulai mengirimkan hasil-hasil tanggannya ke majalah Pandji Pustaka untuk diterbitkan.
Dalam perjalanan karyanya Chairil Anwar sempat menjadi kontrovesi karena puisinya yang berjudul Aku dimana puisinya dianggap terlalu individualis hingga mengantarkan Chairil Anwar dengan sebutan Si Binatang jalang.
Namun sayang sekali tidak lama Chairil Anwar dapat menuliskan karya-karyanya itu, pada 28 April 1949 Chairil menghembuskan nafas terakhirnya usai dirawat di RSCM selama kurang sepekan karena sakit tifus yang dideritanya.
Selama masa hidupnya Chairil Anwar aktif berkarya hingga kini karyanya tetap hidup di tengah-tengah masyarakat.
Berikut Contoh-contoh puisi Chairil Anwar
- Aku (1943)
- Sendiri (1943)
- Sajak Putih (1944)
- Merdeka (1943)
- Kenangan (1943)
- Bercerai (1943)
- Hukum (1934)
(MG Anggita Pertiwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/chairil.jpg)