Berita Internasional

Bos Mafia Terkejam dari Klan Cosa Nostra Meninggal Karena Kanker

Bos mafia Sisilia paling kejam bernama Messina Denaro dilaporkan meninggal pada Senin (25/9) pagi waktu setempat.

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Twitter Palermo Today
Penangkapan bos Mafia Italia, Matteo Messina Denaro di klinik medis di Palermo, Sisilia, Italia, Senin (16/1/2023). Ia telah menjadi buron selama 30 tahun. 

TRIBUNJOGJA.COM - Bos mafia Sisilia paling kejam bernama Messina Denaro dilaporkan meninggal pada Senin (25/9) pagi waktu setempat.

Pria yang memiliki julukan 'Godfather Terakhir' itu sebelumnya sempat mengalami koma sejak Jumat pekan kemarin akibat sakit kanker yang dideritanya.

Denaro dikenal sebagai mafia Italia terkejam dan sempat menjadi buruan nomor satu aparat keamanan Italia.

Dia pun berhasil ditangkap pada Januari 2023 lalu setelah buron selama 30 tahun.

Sebagai informasi, Messina Denaro terus melancarkan aksi teror terhadap negara melalui kelompok mafia yang dipimpinnya yaitu Cosa Nostra.

Baca juga: Tiga Puluh Tahun Buron Gembong Mafia Cosa Nostra Diringkus di Sisilia

Ia kemudian melarikan diri pada tahun 1993 setelah aparat kepolisian hingga militer melakukan perburuan terhadapnya.

Bersamaan dengan itu, aparat keamanan terus mencoba memberangus keberadaan Cosa Nostra.

Hingga akhirnya Denaro berhasil ditangkap pada tanggal 16 Januari 2023 saat dirinya berobat ke klinik kesehatan di Palermo untuk mengobati penyakit kankernya.

Polisi ketika itu berhasil mengendus keberadaan meskipun Denaro berobat menggunakan identitas palsu.

Dalam pengadilan, Denaro dinyatakan bersalah dan divonis hukuman penjara seumur hidup.

Dia dihukum karena perannya dalam pemboman mobil tahun 1992 yang menewaskan hakim anti-mafia Giovanni Falcone dan Paolo Borsellino.

Matteo Messina Denaro
Matteo Messina Denaro (Wikipedia Common)

Selain itu, Denaro juga diduga terlibat dalam serangan mafia di Roma, Milan, dan Florence pada tahun 1993 yang menyebabkan 10 orang tewas.

Adapun setelah divonis, Denaro kemudian ditahan di Penjara L'Aquila yang memiliki tingkat keamanan tinggi.

Namun pada bulan Agustus 2023 kemarin, Denaro terpaksa dievakuasi ke rumah sakit daerah setempat karena kondisinya kian menurun.

Ia juga sempat mengalami koma sejak Jumat, 22 September 2023 kemarin hingga akhirnya dinyatakan meninggal pada Senin, 25 September 2023 ini.

Surat kabar lokal setempat menyebutkan pihak keluarga sudah mempersiapkan upacara pemakaman Denaro.

Dia akan dimakamkan di Desa Castelvetrano berdekatan dengan kuburnya ayahnya, Don Ciccio yang juga seorang pemimpin geng. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved