Berita Bisnis Terkini

Adira Finance Merambah ke Pembiayaan Motor Konversi

Adia tengah berproses agar pembiayaan konversi motor listrik juga bisa dilayani di Jawa Tengah dan DIY. 

Tayang:
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Logo Adira Finance 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah tengah mendorong transisi dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik yang ramah lingkungan.

Pemberian insentif pembelian kendaraan listrik menjadi salah satu upaya percepatan. 

Tidak hanya pembelian kendaran listrik saja, konversi motor listrik juga akan mendapat insentif dari pemerintah. 

Kebijakan tersebut ditangkap positif oleh perusahaan pembiayaan Adira Finance .

Pihaknya pun turut memberikan layanan pembiayaan untuk konversi motor listrik

Regional Sales Manager Jateng-DIY, Yustina Ernawati mengatakan saat ini pembiayaan konversi motor listrik sudah dilayani di Jakarta.

Pihaknya pun tengah berproses agar pembiayaan konversi motor listrik juga bisa dilayani di Jawa Tengah dan DIY. 

Baca juga: Adira Finance Wilayah Jateng-DIY Tagetkan Pembiayaan hingga Rp3 Triliun pada 2023

"Jadi kami sudah merambah ke konversi motor listrik. Bodinya pakai motor bekas, terus nanti mesinnya diganti mesin listrik. Dan memang baru Adira yang ditunjuk," katanya, Minggu (17/09/2023). 

"Untuk pembiayaan konversi ini sudah berjalan di Jakarta. Di Jogja memang belum ada. Ke depan kita mulai MoU, semoga di Jogja bisa (melayani pembiayaan motor konversi)," sambungnya. 

Erna melanjutkan Adira Finance sudah bekerjasama dengan bengkel-bengkel konversi.

Bengkel konversi tersebut telah memiliki sertifikat dan secara resmi ditunjuk oleh pemerintah. 

Disamping itu, ia juga menjalin kerja sama dengan dealer motor bekas.

Sehingga permintaan bodi motor untuk konversi bisa dipenuhi. 

"Tetapi kalau pakai bodi motor sendiri juga bisa. Nanti pembiayaan untuk konversi tetap lewat Adira. Tetap ada subsidinya juga. Misal harga konversinya Rp20 juta, ada subsidi RpRp7 juta, jadi yang masuk pembiayaan cuma Rp13juta," lanjutnya. 

Saat ini, pihaknya masih mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik.

Terutama setelah adanya insentif dari pemerintah. 

"Pembiayaan kendaraan listrik juga ada, tetapi memang secara pertumbuhannya belum signifikan. Tetapi kami optimis bisa bertumbuh juga," imbuhnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved