Berita Internasional
NATO Berencana Gelar Latihan Militer Terbesar Dekat Rusia, Libatkan 41 Ribu Tentara
Latihan militer Steadfast Defender 24 ini rencananya akan digelar pada awal tahun 2024 mendatang di dekat Rusia
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak tiga puluh satu negara anggota NATO, dilaporkan bersiap untuk melakukan latihan militer terbesar sejak era perang dingin.
Latihan militer yang juga melibatkan Swedia tersebut, rencananya akan digelar pada awal tahun 2024 mendatang di dekat Rusia.
Media bisnis Inggris menyebutkan rencana latihan skala besar bernama Steadfast Defender 24 itu akan dilaksanakan antara bulan Februari dan Maret 2024.
Rencananya, Steadfast Defender 24 akan melibatkan hingga 41.000 tentara, 50 kapal perang, dan menampilkan antara 500 sampai 700 misi tempur udara.
Baca juga: Senjata Rahasia Tank Modern Rusia Jadi Kunci Keberhasilan Duel Tank-on-Tank Lawan Barat
Untuk diketahui, latihan ini merupakan yang pertama sejak tahun 2021.
Di mana aliansi tersebut sebelumnya menghindari latihan skala besar di sekitar Rusia.
Namun di tahun 2024 mendatang, hal ini tampaknya tidak berlaku lagi dengan adanya rencana latihan militer di dekat Rusia.
Mantan analis Pentagon Michael Maloof kepada Sputnik mengatakan bahwa latihan ini dirancang untuk menempatkan Rusia dan sekutunya pada posisi yang paling tidak menguntungkan.
Maloof memperkirakan latihan itu akan fokus pada kekuatan udara.
Dan juga dengan skenario mirip seperti perang Rusia dan Ukraina.
Kemungkinan NATO juga menggunakan pengalaman yang diperoleh dengan mengamati pertempuran di Ukraina untuk mengkoordinasikan kemampuan udara, laut, darat serta ruang angkasa dan dunia maya secara bersamaan.
Lebih lanjut, NATO tampaknya ingin menunjukkan bagaimana koordinasi mereka pada masa perang.
Sehingga bisa memberikan efek deteren kepada musuh.
Namun Maloof mencatat, sebagian besar persediaan peralatan perang NATO telah habis selama masa perang Ukraina.
Semisal Eropa dan Amerika yang masing-masing kehabisan senjata dan amunisi setelah mengirim senjata senilai hampir 100 miliar dolar selama 18 bulan terakhir.
Jika terjadi perang, katanya, Rusia pasti akan mengaktifkan kapal dan pesawat lainnya.
Maloof tak percaya jika NATO benar-benar siap untuk menggelar perang secara langsung dengan Rusia.
Mengingat konflik apa pun pasti akan mengakibatkan kerugian besar pada kedua belah pihak. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Latihan-Militer-NATO-Steadfast-Defender-24_13092023.jpg)