Bacaan Niat dan Doa

Tata Cara Sholat Istisqa: Sholat Minta Hujan

Sholat istisqa merupakan sholat sunnah yang biasa dilakukan di musim kemarau panjang. Sholat ini bertujuan untuk meminta hujan kepada Allah.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Pinterest
Tata cara sholat istisqa: sholat minta hujan 

TRIBUNJOGJA.COM - Sholat istisqa merupakan sholat sunnah yang biasa dilakukan di musim kemarau panjang.

Sholat ini bertujuan untuk meminta kepada Allah agar diturunkan hujan.

Karena sejatinya yang bisa menurunkan hujan adalah Allah SWT.

Sebagaimana firman-Nya dalam surat Nuh ayat 10-12

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا 

يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا 

وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, –sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai” 


Rasulullah juga pernah mencontohkan sholat ini pada zaman dulu.

Sholat istisqa bisa dilakukan kapan saja, yang penting bukan di waktu larangan sholat.

Tapi, yang paling utama dilakukan pada waktu Dhuha sampai Zhuhur sebagaimana sholat Id.

Tempatnya bisa di masjid ataupun di luar masjid, namun yang lebih utama dikerjakan di tanah lapang.

Sholat istisqa dilaksanakan tanpa adzan dan tanpa iqamah.

Berikut adalah tata cara pelaksanaan sholat istisqa:

1. Berwudhu sebagaimana wudhu ketika akan sholat fardhu.
2. Membaca niat sholat istisqa (boleh niat di dalam hati ataupun dilafalkan)
3. Lafadz niat sholat istisqa

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

 


Ushalli sunnatal istisqa'i rak'ataini (imaaman/ma'muman) lillahi ta'ala

Artinya: “Aku sengaja sholat sunnah minta hujan dua rakaat (sebagai imam/makmum) karena Allah ta'ala”.

4. Rakaat pertama melakukan takbir sebanyak tujuh kali, dan selanjutnya sebagaimana sholat id dengan rukuk dan sujud dua kali.
5. Rakaat kedua takbir lima kali, kemudian sama seperti rakaat pertama dan diakhiri salam, seperti halnya sholat id.
6. Rakaat pertama disunnahkan membaca surat Al-A’la dan rakaat kedua surat Al-Ghasiyah
7. Setelah shalat, diteruskan dengan khutbah dua kali (boleh sebelum ataupun sesudah sholat)
8. Berdoa menghadap kiblat dan mengangkat dua tangan (disunahkan yang membaca doa adalah orang yang shalih di antara masyarakat setempat).
Adapun doa setelah sholat istisqa:

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا هَنِيئًا مَرِيعًا غَدَقًا مُجَلَّلًا عَامَّا طَبَقًا سَحًّا دَائِمًا

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ


اللَّهُمَّ إِنَّ بِالْعِبَادِ وَالْبِلَادِ وَالْبَهَائِمِ وَالْخَلْقِ مِنَ الْبَلَاءِ وَالْجَهْدِ وَالضَّنْكِ مَا لَا نَشْكُو إِلَّا إِلَيْكَ

اللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ وَاسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْسَمَاءِ وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ


اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْجَهْدَ وَالْجُوعَ وَالْعُرْيَ وَاكْشِفْ عَنَّا الْبَلَاءَ مَا لَا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ


اللَّهُمَّ إِنَا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا


Allāhummasqinā ghaitsan mughītsan hanī'an marī'an (lan riwayat murī'an) ghadaqan mujallalan thabaqan sahhan dā'iman.

Allāhummasqināl ghaitsa, wa lā taj'alnā minal qānithīn

Allāhumma inna bil 'ibādi wal bilādi wal bahā'imi wal khalqi minal balā'i wal juhdi wad dhanki mā lā nasykū illā ilaika.

Allāhumma anbit lanaz zar'a, wa adirra lanad dhar'a, wasqinā min barakātis samā'i, wa anbit lanā min barakātil ardhi

Allāhummarfa' 'annal jahda wal jū'a wal 'urā, waksyif 'annal balā'a mā lā yaksyifuhū ghairuka

Allāhumma innā nastaghfiruka, innaka kunta ghaffārā, fa arsilis samā'a 'alainā midrārā


Artinya: “Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan yang menolong, mudah, menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan bermanfaat abadi. Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan. Jangan jadikan kami termasuk orang yang berputus harapan.

Ya Allah, sungguh banyak hamba, negeri, dan jenis hewan, dan segenap makhluk lainnya mengalami bencana, paceklik, dan kesempitan di mana kami tidak mengadu selain kepada-Mu. Ya Allah, tumbuhkan tanaman kami, deraskan air susu ternak kami, turunkan pada kami air hujan karena berkah langit-Mu, dan tumbuhkan tanaman kami dari berkah bumi-Mu.

Ya Allah, angkat dari bahu kami kesusahan paceklik, kelaparan, ketandusan. Hilangkan dari kami bencana yang hanya dapat diatasi oleh-Mu. Ya Allah, sungguh kami memohon ampun kepada-Mu, karena Kau adalah maha pengampun. Maka turunkan pada kami hujan deras dari langit-Mu”.


(MG Indah Yulia Agustina)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved