Redup Mata Awali Rilisan Album Kedua 20 Miles Marathon
20 Miles Marathon band yang mengusung aliran Hybrid Pop Punk akan merilis album penuh ke-2 dalam waktu dekat. Sebagai permulaan, band asal Jogja
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - 20 Miles Marathon band yang mengusung aliran Hybrid Pop Punk akan merilis album penuh ke-2 dalam waktu dekat.
Sebagai permulaan, band asal Jogja ini menggelar music video release salah satu single di album tersebut.
Bagi Novallio (gitar), Agil (bass, vokal), Mamat (gitar, vokal), dan Ando (drum) album ke-2 ini adalah jawaban dari tantangan banyak orang, termasuk rekan-rekan seperjuangan.
Salah satu tantangannya adalah menggunakan lirik bahasa Indonesia dalam lagu-lagu mereka.
Baca juga: Pelari dari 14 Negara Meriahkan BOB Forest Run 2023 di Purworejo
Menggunakan lirik bahasa inggris di album mereka sebelumnya yang bertajuk ‘Sadistic Hours’, di album kedua ini 20 Miles Marathon lebih banyak menggunakan lirik bahasa Indonesia, sekitar 70 persen.
"Ini adalah jawaban kami untuk banyak tantangan yang disampaikan banyak orang dan kami benar-benar menikmati prosesnya," beber Novallio.
20 Miles Marathon yang tumbuh dan besar di Yogyakarta ini memperkenalkan dan memberi keleluasaan pendengar untuk membayangkan seperti apa album kedua lewat single berjudul ‘Redup Mata’.
Single ini dirilis bersama video musik yang tayang perdana 9 September 2023. Dalam launching tersebut, mereka juga menggelar screening video musik, talk show, dan secret hearing sejumlah lagu album kedua.
Mamat menambahkan, selain talkshow yang mengupas banyak hal, mereka yang datang di screening video dipersilakan mendengarkan materi album ke-2 secara bergantian di piranti yang disiapkan. 20 Miles Marathon juga memamerkan merch yang menjadi bagian dari perayaan itu.
Adapun single ‘Redup Mata’ mereplikasi banyak konflik horisontal yang dekat sekaligus melekat di sekitar. Soal disonansi kognitif, di mana perbedaan adalah aib bagi komunitas terkecil sampai instansi yang dikenal sebagai negara.
"Untuk kawan-kawan, siapa pun yang pernah terpuruk berjuang melawan stigma, perbedaan jalan hidup, perundungan, dan setiap tuntutan agar seragam. Di lagu ini kami menyadari dengan waras bahwa terlatih kecewa adalah cara terbaik menerima dunia yang tak seindah seperti yang kita kira," tutup Novallio. (nto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Personel-20-Miles-Marathon.jpg)