Bacaan dan Niat
3 Keutamaan bagi Orang-orang yang Jujur
Jujur merupakan sikap yang sangat mulia dan luhur baik menurut pandangan agama maupun pandangan manusia pada umumnya.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Jujur merupakan sikap yang sangat mulia dan luhur baik menurut pandangan agama maupun pandangan manusia pada umumnya.
Seseorang yang membiasakan diri jujur akan disegani dan dipercaya oleh orang lain.
Lalu apa itu jujur?
Jujur berarti berkata dan berperilaku yang benar, polos, apa adanya, tidak dibuat-buat, dan tidak berdusta.
Kemudian dalam ucapannya tidak mengandung kebohongan dan kelicikan sedikit pun, sehingga tidak merugikan orang lain.
Orang yang jujur akan memperoleh keberkahan yang luar biasa.
Berikut 3 keutamaan bagi orang-orang yang jujur:
1. Masuk Surga
Dengan kejujuran, seseorang akan terbimbing menetapi kebaikan.
Ketika dia menetapi kebaikan, maka dia pun terbimbing masuk ke dalam surga.
QS. Al-Ma'idah Ayat 119
قَالَ اللّٰهُ هٰذَا يَوْمُ يَنْفَعُ الصّٰدِقِيْنَ صِدْقُهُمْ ۗ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Artinya:
Allah berfirman, “Inilah saat orang yang benar memperoleh manfaat dari kebenarannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung.”
2. Mendapatkan Keberkahan
Dengan membiasakan jujur, seseorang akan mendapatkan keberkahan dan keberuntungan di dalam usaha dan pekerjaannya.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَفْتَرِقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتِ الْبَرَكَةُ مِنْ بَيْعِهِمَا. قَالَ أَبُو دَاوُدَ حَتَّى يَتَفَرَّقَا أَوْ يَخْتَارَ. – رواه أبو داود
Artinya:
“Dari Abdillah bin al-Harits, dari Hakim bin Hizam bahwasanya Rasulullah saw bersabda: Dua orang yang melakukan jual beli mempunyai hak khiyar dalam jual belinya selama mereka belum berpisah,jika keduanya jujur dan keduanya menjelaskannya (transparan), niscaya diberkahi dalam jual beli mereka berdua, dan jika mereka berdua menyembunyikan atau berdusta, niscaya akan dicabut keberkahan dari jual beli mereka berdua. Abu Dawud berkata “sehingga mereka berdua berpisah atau melakukan jual beli dengan akad khiyar.” (HR. Al-Bukhari-Muslim dan imam ahli hadis lainnya)
3. Ketenangan dalam Hati
Dalam jiwa dan hati orang yang jujur terdapat ketenangan.
Tidaka ada rasa takut kepada siapapun kecuali kepada Allah
Karena apa yang dilihatnya dijelaskan dengan sebenarnya.
Tidak tersembunyi dan terselip kebohongan sedikit pun di dalam hatinya.
فَإِنَّ الصَّدْقَ طُمَانِينَةً وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيْبَةُ
Artinya:
“Maka sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan, dan sesungguhnya dusta adalah kegelisahan”. (HR. At Tirmidzi)
(MG Indah Yulia Agustina)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/simbol-tangan-kejujuran.jpg)