Bacaan Niat dan Doa

Bacaan Doa dan Keutamaan Sholat Hajat

Berdoa setelah selesai sholat hajat perlu di panjatkan untuk menyempurnakan ibadah sholat hajat tersebut.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
zoom-inlihat foto Bacaan Doa dan Keutamaan Sholat Hajat
pinterest
Bacaan Doa dan Keutamaan Sholat Hajat

TRIBUNJOGJA.COM – Berdoa setelah selesai sholat hajat perlu dipanjatkan untuk menyempurnakan ibadah sholat hajat tersebut.

Membuka pintu-pintu rezeki dan keberkahan hidup karena dengan Sholat Hajat kita memohon kepada Allah SWT untuk memberikan segala kebaikan dan keberkahan hidup.

Waktu yang pas untuk menunaikan Sholat Hajat dapat dilakukan pada malam hari, setelah shalat Isya' dan sebelum shalat subuh atau pada waktu lainnya yang dianjurkan untuk sholat sunnah Niatkan Sholat Hajat dalam hati sebelum memulai sholat.

Dalam hadis pun dijelaskan mengenai sholat hajat, Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang berwudu dan sempurna wudunya, kemudian sholat dua rakaat (shalat hajat) dan sempurna rakaatnya, maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR. Ahmad)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan untuk melakukan demikian:

لِيَسْأَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَاجَتَهُ حَتَّى يَسْأَلَهُ الْمِلْحَ وَحَتَّى يَسْأَلَهُ شِسْعَ نَعْلِهِ إِذَا انْقَطَعَ

“Hendaklah salah seorang dari kalian senantiasa meminta kebutuhannya kepada Tuhan, sampai pun ketika meminta garam, sampai pun meminta tali sandalnya ketika putus.” (HR. Tirmidzi; hasan)

Berikut Bacaan doa setelah menunaikan sholat hajat


لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ


Laa ilaaha illallaahul-hakiimul-kariim subhaanallaahi rabbil'arsyil-'azhiim. Al-hamdu lillaahi rabbil-'aalamiin as'aluka muujibaati rahmatika wa 'azaa'ima maghfiratika wal-ghaniimata min kulli birrin was-salaamata min kulli itsmin laa tada'lii dzanban illaa ghafartahu wa laa hamman illaa farrajtahu wa laa haajatan illaa hiya laka ridhan illaa qadhaitahaa yaa arhamar-raahimiin.

Artinya: "Tidak ada Tuhan melainkan Allah yang maha penyantun dan pemurah. Maha suci Allah yang memelihara 'Arasy yang maha agung.' Segala puji bagi Allah seru sekalian alam. Hanya kepada-Mu aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa, Janganlah engkau biarkan dosa dari pada diriku, melainkan engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan melainkan engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan engkau kabulkan. Wahai Allah yang paling maha pengasih dan penyayang”.

(MG Putri Amalia)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved