Rangkuman Pengetahuan Umum
Fenomena Super Blue Moon 30 – 31 Agustus 2023, Begini Penjelasan Lengkapnya!
Penjelasan dari fenomena super blue moon yang akan terjadi pada tanggal 30 - 31 Agustus 2023
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Peristiwa blue moon merupakan fenomena yang terjadi di saat bulan purnama berada pada posisi yang lebih dekat dengan Bumi.
Keadaan tersebut menjadikan bulan terlihat lebih terang dan juga lebih besar dari pada biasanya.
Fenomena blue moon diperkirakan lebih besar tujuh persen jika dibandingkan dengan fenomena bulan purnama pada umumnya.
Istilah blue moon sendiri diberikan karena fenomena bulan purnama yang terjadi dan diberikan oleh negara-negara Barat.
Berdasarkan keterangan dari Fres Espanak seorang pakar gerhana dan pensiunan astrofisika NASA yang dilansir melalui kompas.com, menyatakan bahwa peristiwa super blue moon terjadi saat Bulan berjarak sejauh 357.539 kilometer dari bumi.
Jika dalam keadaan normal, jarak antara bulan dan bumi berada pada 382.900 kilometer. Dekatnya jarak antara bulan dengan bumi akan menjadikan cahaya bulan pada malam itu akan lebih terang dari biasanya.
Hal ini terjadi dikarenakan bumi memiliki orbit yang berbentuk elips, bukan bulat. Sehingga terdapat apogee (titik terjauh) dan perigee (titik terdekat) antara Bulan dengan Bumi.
Dikutip dari Kompas.com bahwa terdapat fenomena super blue moon yang akan terjadi pada 30 dan 31 Agustus mendatang di Indonesia.
Pada akhir bulan Agustus 2023 jarak antara Bulan dengan Bumi yaitu sejauh 357.343 kilometer.
Blue moon sendiri dapat dilihat sepanjang malam secara langsung dan pengamatannya dapat dilakukan seperti saat melihat bulan purnama.
Untuk melihat fenomena super blue moon sendiri bisa dilakukan pada pukul 18:00 sampai pukul 06:00 WIB sesuai dengan waktu pada masing-masing daerah.
Fenomena super blue moon tidak membawa dampak yang berbahaya, namun fenomena ini mungkin sedikit berpengaruh terhadap ketinggian air laut.
Super blue moon akan mempengaruhi pasang surut air laut seperti pengaruh pada fenomena bulan purnama pada umumnya.
Menurut Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, blue moon bisa memicu terjadinya banjir rob di sejumlah daerah di Indonesia.
Wilayah yang berpotensi terjadi banjir rob di antaranya Pesisir Sumatera Barat, Pesisir Kapulauan Riau, Pesisir Banten, Pesisir utara DKI Jakarta, Pesisir Jawa Barat, Pesisir Jawa Timur, Pesisir Bali, Pesisir Kalimantan Barat, Pesisir Maluku, dan Pesisir Papua Selatan.
Kemungkinan terjadinya banjir rob tersebut berbeda waktunya pada masing-masing wilayah. Peristiwa banjir rob tentu saja akan membawa dampak pada aktivitas masyarakat yang berada di wilayah pesisir.
Maka dengan hal ini BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dalam menghadapi dampak dari pasang air laut.
( MG Belinda Aviva Rahma )
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.