Mesin Diesel
5 Penyebab Mobil Diesel Jadi Lebih Boros Bahan Bakar
penyebab berdasarkan Kepala Mekanik Radio Dalam Motor, Radio Dalam, Jakarta Selatan, dilansir dari otoseken:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com - Selain tangguh dan mempunyai tenaga yang besar, mesin diesel juga dikenal dengan iritnya.
Tapi, sama seperti mobil bahan bakar bensin, jika bermasalah bisa menjadi boros.
Apa penyebabnya?
Berikut faktor penyebab berdasarkan Kepala Mekanik Radio Dalam Motor, Radio Dalam, Jakarta Selatan, dilansir dari otoseken:
1. Filter Udara Kotor
Filter Udara yang kotor bisa menghambat pasokan udara ke dalam ruang bakar.
Padahal untuk proses pembakaran, mesin diesel membutuhkan banyak udara bersih untuk dikompresi sehingga bisa membakar bahan bakar diesel.
2. Injektor Bahan Bakar Kotor
Injektor di mesin diesel bertugas menyemprotkan kabut bahan bakar ke ruang bakar.
Jika lubang injektor yang sangat kecil ini tersumbat kotoran maka ia tidak bisa menyemprotkan bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan.
3. Kualitas Bahan Bakar Diesel Yang Buruk
Mesin diesel moden yang sudah dilengkapi teknologi common rail mensyaratkan bahan bakar berkualitas tinggi yang rendah sulfur.
Ini karena tekanan pada sistem bahan bakar mesin diesel common rail sangat tinggi.
Tekanan bahan bakar diesel common rail berkisar 1.600-2.000 bar.
4. Sensor Kotor Atau Rusak
Pada mesin diesel common rail, kapan dan berapa banyak solar yg harus di semprotkan ke dalam ruang bakar diatur oleh komputer mobil atau ECU (Electronic Control Unit).
ECU ini mendapat pasokan informasi dari berbagai macam sensor di mesin seperti injakan pedal gas, rpm mesin, panas mesin, dll.
Jika sensor kotor atau rusak, maka ia tidak bisa menyampaikan informasi yang akurat.
Akibatnya waktu dan jumlah bahan bakar yang diberikan bisa tidak sesuai dengan kebutuhan mesin.
5. Kinerja Turbo Tidak Optimal
Instalasi turbocharger di mesin diesel merupakan satu cara untuk mendongkrak performanya.
Melalui turbocharger mesin mendapatkan pasokan udara yang dimampatkan (compressed air) sehingga keluaran tenaga lebih besar tanpa mengorbankan efisiensi.
Kalau turbo rusak, bisa menyebabkan performa mesin turun.
Karena tenaga berkurang, pengemudi cenderung menekan pedal gas lebih dalam sehingga jumlah bahan bakar yang dikeluarkan pun lebih banyak. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Trik-Innova-Diesel-Si-Cumi-cumi-Darat-Konsumsi-Biosolar-Bukan-Dex-Series.jpg)