IMI DIY Dukung Keberangkatan Pembalap Cilik Cameron Stefano Gallardo ke Belgia

Fano, demikian ia akrab disapa, bersiap-siap berangkat menuju Belgia untuk mengikuti latihan intensif bersama tim DVS Junior Racing.

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
Dok Tribun Jogja
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) DIY Kanjeng Pangeran Haryo Purbodiningrat berfoto bersama dengan crosser cilik asal Yogya Cameron Stefano Gallardo 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Semangat juang yang membara terpancar dari mata Cameron Stefano Gallardo, pemuda berbakat kelahiran Yogyakarta, ketika ia bersiap-siap untuk melangkah menuju perjalanan tak terlupakan.

Fano, demikian ia akrab disapa, bersiap-siap berangkat menuju Belgia untuk mengikuti latihan intensif bersama tim DVS Junior Racing.

Bakat luar biasa yang dimilikinya dalam dunia balap motor, terutama motocross, telah menjadikannya sebagai salah satu harapan terbesar Indonesia di panggung internasional.

Keberangkatannya kali ini membawa kebanggaan mendalam bagi Indonesia dan khususnya Ikatan Motor Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (IMI DIY).

Fano, lahir pada 9 April 2011 di Yogyakarta, telah menunjukkan ketekunan dan dedikasi tinggi dalam mengejar passion-nya di bidang balap motor sejak dini.

Kini, pada usia yang masih belia, ia akan menjadi salah satu perwakilan Indonesia di kancah balap motor internasional.

Bakat istimewa Fano dalam mengendalikan motor di medan yang menantang telah mengantarkannya pada pintu gerbang kesempatan emas yaitu menjadi bagian dari tim DVS Junior Racing di Belgia.

Sebelum keberangkatannya, Fano mendapat kesempatan berharga untuk bertemu dengan Kanjeng Pangeran Haryo Purbodiningrat, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) DIY.

Pertemuan tersebut dihadiri juga oleh ayahnya, Fani Suwito yang memohon restu serta dukungan untuk perjalanan penting Fano ini. 

Dalam momen tersebut, KPH Purbodiningrat menyampaikan kalimat yang sarat dengan semangat dan harapan.

"Semoga pertandingan selama di Belgia sukses, karena kemenangan Fano tidak hanya milik dirinya sendiri, tetapi juga kebanggaan kami di IMI DIY dan seluruh bangsa Indonesia." 

Selanjutnya, KPH Purbodiningrat turut memberikan inspirasi dan dorongan kuat untuk Fano.

Anggota DPRD DIY tersebut juga memberikan dukungan penuh dan semangat kepada Fano, bahkan memberikan rekomendasi bahwa apabila Fano merasa telah meraih pencapaian yang memadai, ia bisa kembali ke Yogyakarta dan mendirikan sekolah balap atau melanjutkan usaha apapun yang mendukung perkembangan balap motor di daerah ini. 

“Apabila merasa cukup, kembali ke Yogyakarta bisa bikin sekolah balap atau apapun itu yang akan disupport oleh IMI Daerah Istimewa Yogyakarta,” Lanjut KPH Purbodiningrat.

Dalam perjalanan yang akan dijalaninya, Fano bukanlah sekadar seorang individu yang mengejar mimpinya sendiri.

Ia mewakili aspirasi banyak pemuda Indonesia yang ingin membuktikan kemampuan mereka di panggung internasional.

Keberangkatannya adalah suatu tanda bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam dunia balap motor, dan anak-anak muda seperti Fano adalah bukti bahwa impian bisa diraih dengan tekad dan kerja keras.

Dalam suasana kebanggaan dan semangat, kita semua berharap agar Fano dapat mengukir prestasi gemilang di kancah internasional.

Selain itu, Fano juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia yang berani bermimpi besar dan mengambil langkah untuk mewujudkannya.

Keberangkatannya adalah awal dari perjalanan yang panjang, yang tidak hanya membawa namanya, tetapi juga membawa harapan dan kebanggaan bagi tanah air. 

Semoga langkah Fano ini membawa angin segar bagi dunia balap motor Indonesia, serta menginspirasi banyak orang untuk tidak pernah berhenti bermimpi dan berusaha.

Kita semua mendukung sepenuhnya perjalanan Fano dan berharap yang terbaik baginya dalam menggapai bintang-bintang di panggung dunia. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved