Berita Kota Magelang Hari Ini
Tingkatkan Kualitas Toleransi Lewat Satgas IKT di Kota Magelang
Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang mengupayakan penguatan dan kualitas toleransi melalui Satuan Tugas (Satgas) Indeks Kota Toleransi (IKT).
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang mengupayakan penguatan dan kualitas toleransi melalui Satuan Tugas (Satgas) Indeks Kota Toleransi (IKT).
Ketua Satgas IKT Kota Magelang, Catur Adi Subagio mengatakan, dibentuknya Satgas IKT untuk mendorong toleransi di Kota Magelang agar terus tumbuh dan terjaga.
"Sebenarnya di OPD terkait sudah ada (satgas), tetapi biar lebih fokus dibentulah Satgas IKT dengan leading sectornya ada di Kesra. Tujuan IKT sebenarnya harus bisa secara alami menumbuhkan toleransi di Kota Magelang yang selama ini sudah berjalan dengan baik," papar dia seusai kunjungan Satgas IKT bersama Wali Kota Magelang di Sekolah Bhakti Tunas Harapan, pada Senin (21/8/2023).
Baca juga: Persidangan Kasus Tanah Kas Desa, Krido Suprayitno Berkelit Saat Disinggung Menerima Sejumlah Uang
Dalam tugas menumbuhkan toleransi di wilayah Kota Magelang. Satgas IKT juga diberi tanggungjawab untuk menuntaskan polemik yang berkenaan dengan intoleren.
Kata Catur, salah satunya yang berhasil dicounter yakni isu intoleren di sekolah pada masa PPDB 2022 lalu.
"Sekarang berjalan sesuai on the track, sehingga 2023 sudah tidak ada lagi (masalah intoleren). Ketika PPDB 2022 yang dari Dinas Pendidikan yang dianggap tidak sinkron berhasil diselesaikan. Alhamdullilah, tahun 2023 sudah harmoni, kita jaga semuanya harus berprasangka baik, dijaga baik jangan sampai menurunkan angka toleransi," papar dia.
Ditambahkannya, pengawasan juga dilakukan di Kampung-Kampung Religi yang sudah ada di Kota Magelang. Sekarang, sudah ada 108 Kampung Religi di Kota Sejuta Bunga ini.
"Pengawasan di Kampung Religi terus kami lakukam. Bahkan, tahun ini akan ada kompetisi kampung religi digelar secara berjenjang. Yang perlu diketahui, Kampung Religi itu semua agama dihargai. Sehingga, nanti itu yang dinilai bukan agama,tetapi adanya tindakan kekerasan dalam perempuan atau kerusuhan sosial, jadi lebih kompleks dan luas. Itu yang akan diorganisir oleh Satgas IKT,"ujarnya.
Di sisi lain, lanjut dia, tujuan dibentuknya Satgas IKT sebagai langkah untuk menaikkan peringkat Kota Magelang sebagai Kota Tertoleren di Indonesia.
Tahun ini Kota Magelang menempati peringkat 10 secara nasional dengan nilai IKT 5,670. Sebelumnya pada 2022, kota ini berada di peringkat 6 secara nasional. (ndg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kota-magelang.jpg)