Berita Otomotif Terkini

Chevrolet Truk Jambrong 1946 Menolak Tua

Chevrolet AK series merupakan kendaraan angkutan yang pernah populer di Indonesia era 1940 hingga 1950-an.

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Hanif Suryo
Chevrolet Truk Jambrong 1946, satu di antara koleksi milik kolektor asal Bandung, Papih Iyus. 

TRIBUNJOGJA.COM - Chevrolet AK series yang di Indonesia lebih dikenal truk 'Jambrong' atau 'Jenggot' merupakan kendaraan angkutan yang pernah populer di Indonesia era 1940 hingga 1950-an.

Meski terbilang sudah berumur bahkan sulit dijumpai di jalanan, ada saja pemiliknya masih mempertahankan Chevrolet Jambrong saat ini.

Alasannya beragam, dari sekadar nostalgia hingga diikutsertakan dalam berbagai kontes otomotif Tanah Air.

Satu di antaranya ialah pria yang akrab disapa Papih Iyus, pria asal Bandung Jawa Barat, yang rela merogoh kocek hingga tembus Rp 1 miliar untuk 'menyulap' Chevrolet Jambrong lansiran 1946 miliknya terlihat seperti baru.

"Mobil ini merupakan hasil penantian panjang. Mobil ini sudah dimiliki Papih Iyus sejak 30 tahun lalu, selama itu pula proses membangun mobil ini dilakukan," terang Arif, salah satu karyawan Papih Iyus dari SCO Garage kepada Gaspol 52 Tribun Jogja beberapa waktu lalu.

Baca juga: Honda Civic Nouva 1988 : Mobil Hatchback Era 90-an, Desain Timeless Tak Lekang Zaman

"Papih Iyus ini sewaktu mudanya pernah menjadi sopir, pegang mobil seperti ini jalur Subang-Lembang yang sehari-harinya memang mengoperasionalkan Chevrolet Jambrong," tambahnya.

Arif menceritakan, proses restorasi memakan waktu yang sangat panjang lantaran Papih Iyus harus melengkapi detail sparepart misal bagian body bahkan hingga mesin yang sebagian besar harus diimpor dari Amerika.

Wajar saja, waktu pertama kali didapat sekira 30 tahun lalu, Chevrolet Jambrong lansiran 1946 ini didapat Papih Iyus dalam kondisi dongkrok hanya bisa diselamatkan bagian kabin depan serta rangka yang masih orisinil.

"Bagian body misal spakbor depan dan belakang didatangkan langsung dari Amerika, demikian pula headlamp, bumper, spion, serta setir," rinci Arif.

Bagian yang tak kalah menarik pada Chevrolet berkelir kombinasi hitam-silver ini ialah lantai bak belakangnya menggunakan kayu jati, yang usianya ditaksir lebih tua dari mobilnya.

"Pada bak belakangnya menggunakan kayu jati yang usianya sendiri lebih tua dari mobilnya. Ini merupakan kayu jati tua, sebelumnya berbentuk balok yang didapat dari bongkaran sebuah rumah di Cirebon," terang Arif sembari menunjukkan bagian lantai bak belakang Chevrolet Truk Jambrong.

Selain itu, perubahan yang tak luput dari perhatian terletak pada bagian mesin. Bagaimana tidak, Chevrolet Jambrong ini seolah menolak tua, terselip dapur pacu V8 Edelbrock di bawah kap mesinnya, yang diimpor langsung dari Amerika.

"Total biaya yang sudah dikeluarkan ditaksir lebih dari Rp 1,25 miliar, kemungkinan estimasi tersebut bisa lebih karena belum termasuk velg spoke wheel atau jari-jari yang juga didatangkan langsung dari luar negeri," jelas Arif.

Baca juga: Pertimbangan Kapan Waktu Ganti Oli Mobil Diesel

Mobil Niaga Serbaguna dengan Sejarah Panjangnya

Sebagai mobil niaga serbaguna, Chevy Jambrong memiliki berbagai pilihan ukuran yang tersedia.

Ada light duty dengan kapasitas 1/2 ton dan 3/4 ton, ada medium duty dengan kapasitas 1 1/2 ton dan heavy duty dengan kapasitas 2 ton.

Varian pertama Chevy Jambrong memakai kode C yang dijual antara 1941 sampai 1945 dan kode E untuk keluaran 1946 sampai 1947. 

Bodinya sendiri terbagi menjadi 2 yaitu C (kode CC atau EC) untuk kap mesin panjang dan F (kode CF atau EF) untuk model cab over dengan kap depan pendek.

Versi minibus untuk varian terkecilnya dinamakan Chevrolet Carryall atau Suburban dengan tampang yang sama dengan versi pickup hanya saja memiliki 2 varian lagi yaitu 3106 dengan ciri pintu belakang belah 2 seperti ambulans dan 3116 dengan pintu belakang model bagasi yang membuka ke bawah.

Bentuk Chevy Jambrong terkesan sangar dengan ciri khas berupa grill vertikal dilapis chrome dimana pada bagian atasnya menggunakan ornamen chrome berbentuk garis horisontal. 

Kap mesinnya sendiri belah tengah dengan engsel di tengah dimana untuk membukanya dari samping kanan atau kiri.

"Kaca depannya karena belum ditemukan teknologi pembuatan kaca yang maju membuatnya memiliki kaca depan datar dengan frame belah tengah dimana pada beberapa varian kaca ini bisa dibuka mirip seperti jip, ini salah satu keistimewaan unit Chevrolet Jambrong yang dimiliki Papih Iyus," terang Arif.

Dirangkum dari berbagai sumber, selain untuk kebutuhan sipil seperti dagang, karena lahir pada masa perang membuat Chevy Jambrong juga cukup sering dipakai untuk berperang.

Tentara Belanda dalam perang revolusi selain menggunakan Dodge W series atau truk CMP yang memang disediakan untuk perang juga menggunakan Chevrolet AK series yang saat itu sudah diproduksi di Tanjung Priok sejak 1941 meskipun terhenti pada 1942 ketika tentara Jepang datang dan berlanjut pada 1946.

Kini, harga jual Chevy Jambrong sudah sangat 'gelap' karena banyak yang dibesi tuakan pada dasawarsa 70-an karena dianggap tidak ekonomis untuk usaha. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved