Penutupan TPA Piyungan
Masih Marak Aktivitas Pembakaran Sampah, Ini Respon Pj Wali Kota Yogya
Telah terjadi tiga insiden pembakaran sampah yang merembet ke lahan maupun rumah warga selama Agustus ini.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pemkot Yogyakarta mengimbau warga masyarakat agar menghentikan aktivitas pembakaran sampah yang belakangan masih saja dijumpai.
Bukan tanpa alasan, sebanyak 14 depo sampah sejauh ini sudah dibuka kembali dengan operasional terbatas, sehingga tidak ada alasan untuk mangkir.
Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta , Singgih Raharjo, menyampaikan, fenomena kebakaran akibat aktivitas pembakaran sampah meningkat cukup signifikan di Bulan Agustus ini.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta mencatat, terdapat tiga insiden pembakaran sampah yang merembet ke lahan maupun rumah warga.
"Jadi, tidak hanya korsleting listrik, karena api dari aktivitas pembakaran sampah juga bisa merembet ke rumah. Sudah ada kejadiannya, kan," tandasnya, Jumat (11/8/2023).
Dijelaskan, Pemkot Yogyakarta sudah mencanangkan gerakan Mbah Dirjo (Mengolah Limbah dan Sampah dengan Biopori Ala Jogja) sejak beberapa waktu lalu.
Baca juga: Lagi-lagi Insiden Kebakaran Akibat Pembakaran Sampah Terjadi di Kota Yogyakarta
Sehingga, warga masyarakat diharapkan bisa turut berkontribusi secara aktif untuk mengolah sampah organiknya, entah dengan biopori, atau metode-metode lain yang sejatinya tak kalah praktis.
"Sampah yang anorganik diserahkan ke bank sampah, kenudian residunya silakan dibawa ke depo, nanti itu akan kita pres dan disalurkan ke lokasi-lokasi yang sudah kerja sama," ungkap Singgih.
"Makanya, tidak ada alasan lagi masyarakat untuk membakar sampah . Sudah kami sampaikan juga lewat lurah, supaya mengedukasi warganya. Bank sampah di Kota Yogyakarta sudah ada 658 unit. Silakan, itu bisa dimanfaatkan," tambahnya.
Sementara, Plt Kepala Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta , Octo Noor Arafat, mengatakan, tiga insiden kebakaran yang terjadi sepanjang bulan ini memang tidak sampai berdampak fatal.
Hanya saja, pihaknya tetap melakukan antisipasi dengan monitoring di lapangan, supaya aktivitas pembakaran sampah di lingkungan Kota Yogyakarta yang mayoritas merupakan pemukiman padat bisa benar-benar terhenti.
"Apalagi, kejadian kebakaran akibat pembakaran sampah sampai berdampak pada kebakaran rumah, meski dalam bagian kecil. Makanya, kami bersama Satpol PP tetap mengantisipasi," urainya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-kebarakan_20180801_161732.jpg)