Serie A

Telepon INTER MILAN Tak Direspon Romelu Lukaku, Lautaro Martinez: Saya Kecewa

inter Milan berniat menandatangani Lukaku dengan kesepakatan permanen €40 juta dari Chelsea.

Tayang:
Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
www.twitter.com/Inter
Romelu Lukaku 

Tribunjogja.com Italia - Pantas saja jika fans Inter Milan marah dengan Romelu Lukaku.

Sebab tak hanya fans, bahkan rekan satu timnya dibuat kecewa dengan striker asal Belgia ini.

Seperti ramai dikabarkan sebelumnya, Inter Milan berniat menandatangani Lukaku dengan kesepakatan permanen €40 juta dari Chelsea.

Namun striker Belgia itu tak 'mendengarkan' tawaran Inter Milan bahkan tak mengangkat telepon dari direktur klub dan pemain.

“Saya kecewa, itulah kenyataannya,” mantan rekan strikernya Lautaro Martinez mengatakan kepada Gazzetta.

“Saya mencoba meneleponnya, tetapi dia tidak pernah mengangkat telepon dan melakukan hal yang sama dengan rekan satu tim lainnya. Setelah bertahun-tahun dan banyak hal yang dialami bersama, saya kecewa. Namun, itu adalah pilihannya dan saya mendoakan yang terbaik untuknya.”

Ketika wartawan bertanya kepada Lautaro apakah dia mengharapkan perilaku seperti itu dari mantan rekan setimnya, El Toro menjawab dengan sederhana: “Tidak.”

Nerazzurri telah mengontrak Marcus Thuram dengan status bebas transfer, tetapi membutuhkan satu striker lagi karena Edin Dzeko juga telah pergi.

“Marcus lebih mirip dengan Edin, dia suka membawa bola jauh dari kotak, bermain dengan tim dan terhubung, tapi saya selalu beradaptasi dengan semua orang sebagai penyerang tengah atau striker pendukung,” kata Lautaro yang namanya disebutkan sebagai kapten baru Inter, setelah kepergian Samir Handanovic.

“Saya siap dan ingin hidup sesuai dengan juara hebat yang memiliki ban kapten di masa lalu,” kata sang striker.

Lautaro dilaporkan menolak tawaran dari Saudi Pro League dan mengonfirmasi dia nyaman dengan Nerazzurri.

“Memang benar, ada tawaran, tapi saya senang di Inter dan di Milano. Saya tidak punya alasan untuk berubah dan keluarga saya berpikiran sama,” akunya.

“Inter seperti rumah kedua. Semua orang telah menunjukkan cinta mereka sejak saya tiba. Saya tidak akan pernah melupakannya.

“Saya berasal dari keluarga sederhana. Saya mengalami saat-saat sulit sebagai seorang anak, ketika orang membantu saya, saya menghargainya.”.katanya. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved