Berita Jogja Hari Ini
Diskusi Buku, Ruby Ceritakan Asal Muasal You Do You Hingga Self Awareness Untuk Mencapai Ikigai
Buku menjadi pilihan Fellexandro Ruby sebagai warisan. Buku tersebut berjudul You Do You Discovering Life Through Experiments & Self Awareness
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Buku menjadi pilihan Fellexandro Ruby sebagai warisan. Buku tersebut berjudul You Do You Discovering Life Through Experiments & Self Awareness yang diterbitkan pada Desember 2020.
Ruby menceritakan buku tersebut merupakan refleksi mendalam dari curhatan hati followersnya di media sosial. Sejak 2018, ia membalas pesan dari followersnya. Ada sekitar 100 pesan per hari yang ia balas dalam kurun dua tahun terakhir.
"Menurut saya sosmed bagus untuk exposure, tetapi perlu organize isi pikiran yang bisa direfleksikan lebih dalam. Kemudian lahirlah buku ini, yang sebenarnya adalah lahir dari curhatan temen-temen yang follow sosmed sejak 2018," katanya saat diskusi buku di Gramedia Sudirman Yogyakarta, Jumat (21/07/2023) malam.
"Dari itu semua kemudian perlu organize masalah, sehingga ada lima bab besar, dan setiap bab itu ada kategorinya, yang mudah dicerna. Dan emang sengaja pakai bahasa yang ringan, berisi, padat, tapi nggak berat. Ya biar kayak ngobrol sama saya," sambungnya.
Salah satu yang ia bahas adalah pentingnya kemampuan mengenali diri sendiri atau self awareness. Ia bercerita bahwa dirinya pernah mencoba 9 hal yang berbeda. Menurut dia, mencoba pekerjaan atau sesuatu hal yang berbeda merupakan bagian dari mengeliminasi, sehingga bisa lebih fokus pada apa yang akan dilakukan.
Sebut saja cita-cita masa kecil yang ingin bergabung dalam tim basket NBA. Namun dengan tinggi badannya dirasa kurang, maka cita-cita tersebut sulit tercapai.
Ia juga pernah mengikuti audisi ajang pencarian bakat terkenal. Bukan tanpa strategi, ia belajar teknik vokal dan belajar musik agar tampil paripurna saat audisi. Apa dikata, usahanya gagal.
"Itu namanya eliminasi, akhirnya ya saya mencoba yang probabilitasnya tinggi yang dikawinkan dengan strength (kekuatan) saya. Sampailah diproses akhirnya saya jadi pengusaha,"terangnya.
Untuk mencapai ikigai dalam hidup, bisa dilihat dengan empat elemen yaitu dengan apa yang disukai, apa yang dibutuhkan, apakah menghasilkan, dan apakah sudah ahli dibidangnya.
Empat hal tersebut juga penting untuk menjawab perkembangan zaman, dimana setiap orang dituntut untuk lebih adaptif.
"Kalau soal apa yang kita suka, atau ahli dibidangnya, itu bisa kita kendalikan. Tetapi kalau untuk hal yang tidak bisa kita kendalikan, kita yang perlu adaptasi. Makanya jangan fokus ke kata bendanya, tapi ke kata kerjanya. Misal bola, fokusnya ke pemainnya, manajemennya, bidang analisisnya, atau apanya. Karena itu yang lebih dibutuhkan,"bebernya.
"Atau misalnya saat pandemi COVID-19 kemarin, banyak pilot yang akhirnya parkir. Nah tapi kemudian ada yang ngevlog, skillnya tetap ada, tapi mempelajari skill baru yaitu ngonten. Atau kemudian jadi pengajar, ngajarin pilot-pilot yang lain, skill pilotnya kan masih kepakai," lanjutnya.
Dalam mencapai ikigai juga diperlukan nilai yang dipegang dalam hidup. Nilai tersebut bisa jadi berbeda antara satu dengan yang lain.
"Nilai yang saya pegang nomor satu adalah impact bagaimana bisa berdampak, kemudian kebebasan. Jadi ya lakukan saja apa yang memenuhi value yang dipegang. Nantinya pun ikigai akan dites, bisa bertahan atau nggak. Ya contohnya saat pandemi kemarin, banyak yang tiba-tiba berubah," ujarnya. (maw)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Suasana-diskusi-buku-dengan-penulis-You-Do-You.jpg)