Berita Bisnis Terkini

Ajaib Kripto :  Sejumlah Altcoins Menguat Ketika Bitcoin Sideways

Investor diharapkan ikuti perkembangan SEC untuk mengajukan banding dan aksi profit taking.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
PEXELS/WORLDSPECTRUM
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency. 

Tribunjogja.com - Pasar aset kripto mendapat dorongan positif pada pekan lalu disebabkan oleh kemenangan Ripple dalam pengadilan melawan Securities and Exchange Commission (SEC) atau Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (AS).

Hakim Federal District Selatan New York telah menolak gugatan SEC AS terhadap Ripple.

Melalui penerbitan "keputusan ringkasan" yang dilakukan pada Kamis, (13/7/2023) menyatakan Ripple bukan sekuritas seperti yang dituduhkan SEC.

Financial Expert Ajaib Kripto , Panji Yudha menjelaskan kabar ini sangat dinanti oleh holders XRP sejak tahun 2020 dan membuat pasar bereaksi positif.

Harga token XRP melonjak lebih dari 90 persen setelah putusan tersebut diketuk dimana harga XRP melonjak dari level $0,4725 ke $0,9386 dalam waktu kurang dari 3 jam.

Selain itu beberapa altcoin mengalami kenaikan dalam periode tujuh hari terakhir. 

“Terkait kemenangan parsial Ripple atas SEC, memberikan dampak positif terhadap harga XRP dan pasar aset kripto yang menghijau pada akhir pekan lalu. Namun investor diharapkan terus mengikuti perkembangan terkait kemungkinan dari SEC yang akan mengambil langkah untuk mengajukan banding dan aksi profit taking yang dilakukan investor,” kata Panji Yudha.

Sentimen positif dari XRP mendorong harga Bitcoin menguat hingga menciptakan level tertinggi tahun ini ke harga $31.814 pada Jumat (14/7/2023).

Baca juga: Mengenal Halving Day dan Manfaatnya untuk Investor Aset Kripto

Meski belum berhasil breakout dari fase sideways, Bitcoin masih tetap mempertahankan harganya di kisaran USD30.000 karena adanya aksi profit taking.

Harga Bitcoin per Selasa (18/7/2023), 10.00 WIB lalu bergerak di kisaran USD 30.175,  turun tipis 0,28 persen semenjak kemarin. 

Ethereum pekan lalu juga akhirnya berhasil mencapai angka USD2.000 pada Senin (17/7/2023), namun akhirnya kembali bergerak di USD1.912 pada Selasa (18/7/2023).

Selain itu, beberapa altcoin yang melesat selama 7 hari terakhir hingga Selasa (18/7/2023) pagi  adalah XRP naik 54,65 persen , Synthetix (SNX) naik 31,32 persen, Stellar (XLM) melesat 29,19 persen , Solana (SOL) naik 25,71 persen , Optimism (OP) menguat 25,97 persen.

“Kenaikan altcoin ini disebabkan adanya potensi investor mulai beralih dari Bitcoin yang sideways atau hasil profit di Bitcoin dialokasikan masuk ke altcoin. Tercermin dari Bitcoin Dominance (BTC.D) yang mulai turun mencapai 49,75 persen ketika mayoritas altcoin melesat pada Jumat (14/7/2023). Bercermin dari siklus yang biasanya terjadi di pasar aset kripto, jika BTC.D turun dari level tertingginya dan harga Bitcoin yang sideways maka akan mendorong lonjakan terhadap harga altcoin,” kata Panji.

Untuk saat ini altcoin sektor layer-2 cukup menarik perhatian.

Menurut data L2Beat, TVL untuk seluruh ekosistem Layer 2 (L2) tumbuh sebesar 5,39 persen pada Q2 naik dari $9,057 miliar menjadi 9,573 miliar (1 April – 30 Juni 2023).

Di mana sejauh ini ekosistem layer-2  didominasi oleh dua proyek yaitu  Arbitrum (ARB) dan Optimism (OP) dengan market share sebesar 83,02 persen,

Selain kemenangan XRP, salah satu sentimen positif bagi pasar aset kripto adalah dari perkembangan proposal ETF Bitcoin yang diajukan perusahaan manajemen BlackRock telah masuk dalam tahap proses peninjauan.

Selain aplikasi BlackRock, SEC juga mengungkapkan bahwa mereka sedang meninjau aplikasi ETF Bitcoin lainnya seperti Wise Origin Bitcoin Trust, WisdomTree, VanEck, dan Invesco Galaxy. 

Dari sisi industri,  sentimen positif bagi pasar aset kripto berasal dari laporan Chainalysis yang mengungkapkan bahwa kejahatan dalam industri kripto turun hingga 77 persen menjadi US$1,1 miliar dari periode yang sama tahun lalu. 

Di sisi lain Google Play, marketplace aplikasi di sistem operasi Android, mengumumkan perubahan besar dalam kebijakan mereka pada hari Rabu (12/7/2023).

Kebijakan baru memungkinkan para developer memasukkan aset digital berbasis blockchain, seperti non-fungible token (NFT) ke aplikasi dan game secara resmi ke Google Play.

“Dengan turunya kejahatan berbasis kripto diharapkan memulihkan kepercayaan investor terhadap aset kripto , khususnya dengan serangkaian peristiwa yang terjadi pada tahun 2022 lalu. Sementara kebijakan Google Play tentu akan mendorong adopsi aset digital berbasis blockchain di  masyarakat,” katanya.

Dari sisi data ekonomi AS, melambatnya inflasi inti AS sebesar 0,2 persen di bulan Juni, Indeks Harga Konsumen tahunan utama turun, menjadi 3 persen, dan Producer Price Index (PPI) yang naik tipis 0,1 persen menyebabkan indeks dolar AS (DXY) merosot ke level terendah sejak April 2022 ke angka 99,58.

Pekan ini investor akan mencermati data penjualan ritel dan produksi industri dirilis pada hari Selasa (18/7/2023) sementara data perumahan akan dirilis pada Kamis (20/7/2023).

Dilanjutkan minggu depan pasar menanti keputusan pejabat Federal Reserve terkait suku bunga pada FOMC 25-26 Juli. 

“Data melambatnya inflasi AS merupakan sentimen positif bagi pasar aset kripto, terutama Bitcoin karena akan berpotensi mendorong minat terhadap aset berisiko, termasuk Aset Kripto,” kata Panji.

Mengingat volatilitas pergerakan altcoins cenderung lebih tinggi dibandingkan Bitcoin, investor disarankan untuk waspada terhadap risiko dan volatilitas di pasar.

“Investor diharapkan berinvestasi dengan uang dingin dan sesuaikan manajemen risiko dengan target investasi yang telah ditentukan. Manfaatkan fitur Take profit dan Stop Loss di aplikasi Ajaib Kripto guna untuk mengamankan profit dan meminimalisir potensi risiko kerugian,” kata Panji Yudha.

Analisis Teknikal Bitcoin & Ethereum Minggu ini

BTC/USDT

Support: USD 29.500

Resistance: USD 31.400


BTC pada Senin malam (17/7/2023) sempat turun ke $29.660, lalu kembali naik pada Selasa (18/7/2023) pukul 08.00 WIB, bertengger di kisaran $30,175 dan saat ini berupaya untuk menguji MA-20.

Jika berhasil breakout MA-20 maka akan menuju $31.400, sebaliknya jika kembali reject dibawah MA-20 maka BTC akan kembali turun ke $29.500.

Indikator Stochastic berada di area jenuh jual (oversold) dan MACD histogram bar dalam momentum bearish.

 

ETH/USDT

Support : US$1.895

Resistance : US$2.000


ETH kembali mencoba membangun momentum kenaikan pasca pekan lalu berhasil mencapai level USD2.000.

Saat ini, Selasa (18/7/2023) pagi 08.00 WIB ETH bergerak di kisaran USD1.912  bertengger di atas MA-20 hingga MA-200.

Selanjutnya, untuk menuju harga USD2.000, ETH perlu bertahan area resistance dinamis MA-20 dikisaran USD1.908.

Indikator stochastic naik menuju jenuh jual (oversold) dan MACD histogram dalam momentum bearish terbatas. ( Tribunjogja.com )

 

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Kripto membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli aset kripto. Harga aset kripto berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved