Koloni Lebah Ngamuk, Motor Ditinggal Warga Kocar-kacir, Ada yang Bertahan di Pohon

Kabid Damkar, Satpol PP dan Damkar Klaten, Sumino, mengatakan, kejadian warga disengat lebah hutan tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Iwan Al Khasni
isciencetimes
Ilustrasi serangan lebah - Belasan warga Desa Jiwan, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah diserang koloni lebah madu hutan Peristiwa itu terjadi pada Senin (3/7/2023). 

Tribunjogja.com Klaten - Belasan warga Desa Jiwan, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah diserang koloni lebah madu hutan

Peristiwa itu terjadi pada Senin (3/7/2023).

Tak tanggung-tanggung, dari belasan warga yang mendatangi lokasi, ada tiga orang lari tunggang langgang.

Mereka bahkan meninggalkan kendaraan di tempat kejadian.

Termasuk ada warga yang sedang menebang batang pohon memilih bertahan di atas pohon menunggu situasi terkendali.

Personel Damkar Klaten saat mendatangi lokasi warga diserang lebah hutan di Desa Jiwan, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (3/7/2023).
Personel Damkar Klaten saat mendatangi lokasi warga diserang lebah hutan di Desa Jiwan, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (3/7/2023). (Dok.istimewa/ Damkar Klaten)

Kronologi

Kabid Damkar, Satpol PP dan Damkar Klaten, Sumino, mengatakan, kejadian warga disengat lebah hutan tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat itu, sarang lebah madu yang memiliki nama latin apis dorsata terjatuh dari pohon sonokeling.

Koloni lebah lalu menyerang warga yag melintas di lokasi.

"Sarang lebah yang berada di atas pohon kemungkinan di ganggu burung,

"Sebagian sarang terjatuh di pinggir jalan dan lebah menyerang warga yang melintas di jalan tersebut," ujarnya pada TribunJogja.com.

Menurut Sumimo, warga yang babak belur diserang lebah lalu melaporkan peristiwa itu ke Damkar Klaten.

Dua armada kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

"Saran lebah ini berada di ketinggian 13 meter, yang jatuh sebagian dengan diameter 80 cm," ulasnya.

Plt Kepala Desa Jiwan, Yulianto Dwi Nugroho, menjelaskan ada 11 warganya yang kena serang oleh lebah hutan tersebut.

Para warga lalu dibawa ke rumah sakit dan puskesmas.

"Ada 11 warga yang kena sengat, jadi warga melintas dan malah diserang. Lalu warga panggil warga lainnya dan juga kena sengat sampai 11 orang," ucapnya.

Dikatakan Yulianto, akibat tak kuat menahan sengatan lebah tersebut, tiga warga bahkan sampai meninggalkan kendaraannya di lokasi untuk melarikan diri.

"Ada juga warga yang sedang menebang pohon akhirnya tak turun-turun dan memilih di atas pohon sampai lebah bisa ditangani," ucapnya.

Atasi Tawon

Petugas mengevakuasi sarang tawon
Petugas mengevakuasi sarang tawon (Dokumentasi BPBD Sleman)

Lebah dan tawon memiliki karakter yang lebih kurang sama.

Mereka akan menyerang ketika mendapatkan gangguan.

Untuk menghindari serangan tawon dan Lebah perlu cara khusus.

Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI Jakarta DR Sih Kahono M.Sc dari bersama DR dr Tri Maharani M.Si ahli Taksologi di acara Sosialisasi Pencegahan dan Tata Laksana Penanganan Tawon Vespa Affinis di Pendopo Ageng Kompleks Setda Klaten (Senin, 14/01) menyarankan masyarakat berhati-hati terhadap lebah yang sengatannya sangat berbahaya itu.“

Jangan coba-coba mengganggu tawon vespa Affinis.

Jika masuk baju, jangan panik.

Longgarkan saja baju, maka tawon ini akan keluar. Jangan digaruk, maka hewan ini akan terusik, marah dan menyengat,” kata Sih Kahono dikutip dari Jogjaprov.go.id.

Peneliti LIPI ini juga menjelaskan agar masyarakat mengenal sifat dan karakter tawon.

Salah satu sifat tawon galak ini adalah sifatnya yang pendendam jika diusik dan racunnya sangat berbahaya.

Pada malam hari tawon ini kembali ke sarang termasuk ketika hujan.

Kalau mau membasmi sarang Tawon Vespa Affinis, baiknya malam hari sebab ketika gelap, daya pandang hewan ini terbatas.

“Jangan mudah membuang sampah sembarangan khususnya sampah hewani, karena tawon ini sangat gemar aroma sampah” tutur Sih Kahono. (Tribunjogja.com/mur)z

Lebah dan tawon memiliki karakter yang lebih kurang sama.

Mereka akan menyerang ketika mendapatkan gangguan.

Untuk menghindari serangan tawon dan Lebah perlu cara khusus.

Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI Jakarta DR Sih Kahono M.Sc dari bersama DR dr Tri Maharani M.Si ahli Taksologi di acara Sosialisasi Pencegahan dan Tata Laksana Penanganan Tawon Vespa Affinis di Pendopo Ageng Kompleks Setda Klaten (Senin, 14/01) menyarankan masyarakat berhati-hati terhadap lebah yang sengatannya sangat berbahaya itu.“

Jangan coba-coba mengganggu tawon vespa Affinis.

Jika masuk baju, jangan panik.

Longgarkan saja baju, maka tawon ini akan keluar. Jangan digaruk, maka hewan ini akan terusik, marah dan menyengat,” kata Sih Kahono dikutip dari Jogjaprov.go.id.

Peneliti LIPI ini juga menjelaskan agar masyarakat mengenal sifat dan karakter tawon.

Salah satu sifat tawon galak ini adalah sifatnya yang pendendam jika diusik dan racunnya sangat berbahaya.

Pada malam hari tawon ini kembali ke sarang termasuk ketika hujan.

Kalau mau membasmi sarang Tawon Vespa Affinis, baiknya malam hari sebab ketika gelap, daya pandang hewan ini terbatas.

“Jangan mudah membuang sampah sembarangan khususnya sampah hewani, karena tawon ini sangat gemar aroma sampah” tutur Sih Kahono. (Tribunjogja.com/mur)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved