Dinas Pariwisata Sleman Optimis Sport Tourism Masih Jadi Daya Tarik Wisata

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid, mengatakan Sleman memang cukup sering menjadi venue gelaran olahraga, seperti lari dan sepeda.

istimewa
Ilustrasi : salah satu kegiatan sport tourism 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pariwisata Sleman optimis sport tourism masih jadi daya tarik wisata di Sleman, terlebih pascadicabutnya status Pandemi Covid-19 di tanah air.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid, mengatakan Sleman memang cukup sering menjadi venue gelaran olahraga, seperti lari dan sepeda.

Menurut dia, peserta justru lebih banyak pascapandemi COVID-19. 

"Sport tourism di Sleman memang cukup banyak, seperti Mandiri Marathon, Volcano Run, Merapi Run, lalu ada Tour de Sleman, dan sebentar lagi ada Sleman Temple Run,"katanya, Selasa (04/07/2023). 

Ishadi melanjutkan Sleman memiliki medan yang menarik, baik untuk sepeda maupun lari. Kaliurang menjadi rute favorit.

Selain karena medan yang menantang, rute Kaliurang juga menyuguhkan pemandangan yang indah dan hawa sejuk. 

"Kalau Sleman masih optimis dengan potensi sport tourism bagus. Karena memang Sleman punya medan yang khas, nggak ada di tempat lain. Sleman Temple Run contohnya, lari mengelilingi candi. Di tempat lain nggak ada yang seperti itu," lanjutnya. 

Tidak hanya diikuti oleh atlet saja, kegiatan olahraga juga oleh keluarga.

Sehingga membangkitkan sektor pariwisata di Sleman, mulai hotel hingga destinasi wisata.

Sebab selain mengikuti kegiatan olahraga, peserta juga menyempatkan diri untuk berwisata. 

"Makanya setiap ada event lari atau sepeda, hotel-hotel juga ikut kebagian kue. Seperti Volcano Run dan Merapi Run kemarin, hotel di Kaliurang terisi, di DIY terisi. Karena memang pesertanya nggak cuma atlet, tetapi keluarga,"sambungnya. 

Terpisah, General Manager Royal Ambarrukmo, Herman Courbois menyebut sport tourism memang berdampak positif pada industri pariwisata.

Royal Ambarrukmo pun memiliki agenda olahraga, seperti Volcano Run dan Tour de Ambarrukmo dengan sepeda. 

Ia menilai DIY memiliki jalur yang sangat mendukung kegiatan olahraga, baik olahraga sepeda maupun lari. 

"Sport tourism itu memang mendatangkan orang dari seluruh Indonesia. So memang itu (sport tourism) potensi yang luar biasa untukq jogja. Kita tahu jalan untuk sepeda masih aman, masih banyak jalan kecil, masih ada rice field, pandangan yang bagus, untuk lari bagus. So saya yakin kita bisa meneruskan kembali untu bikin lebih banyak aktivitas (sport tourism),"ujarnya. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved