Berita Kabupaten Magelang Hari Ini

Dekranasda Kabupaten Magelang Resmikan Komunitas Eco-Print untuk Wadahi Kapabilitas Para Pembatik

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Magelang membentuk komunitas Eco-Print bernama 'Ron Tinata' untuk mewadahi kapabilitas para pem

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kabupaten Magelang 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Magelang membentuk komunitas Eco-Print bernama 'Ron Tinata' untuk mewadahi kapabilitas para pembatik di wilayahnya.

Sekretaris Dekranasda Kabupaten Magelang, Widi Astuti menilai, batik Eco-Print merupakan suatu terobosan dalam kerajinan batik yang berpotensi dan memilki nilai jual apalagi menggunakan bahan-bahan alami dalam proses pembuatannya.

"Yang tergabung dalam komunitas ini ada 48 perajin batik Eco-Print. Kami berharap dengan dibentuknya komunitas ini karena masih baru bisa membuat para perajin Eco-Print lebih meningkatkan kapabilitas. Terutama menghasilkan karya-karya serta turut memajukan kerajinan batik di Kabupaten Magelang," ujarnya disela kegiatan di Borobudur Edupark, Selasa (4/7/2023).

Baca juga: PSS Sleman Fokus Pulihkan Kondisi Pemain Jelang Lawan Persis Solo

Menurutnya, batik Eco-Print buatan perajin di Kabupaten Magelang memilki potensi yang sangat besar untuk tembus ke pasar nasional maupun internasional.

Terlebih, perajin batik Eco-Print ini memiliki motif batik khsusus khas Kabupaten Magelang yakni candi dan stupa Borobudur serta daun pohon Bodhi 

"Kami berharap ke depan dengan aktivitas yang dilaksanakan oleh komunitas ini, makin banyak perajin batik yang turut bergabung di dalamnya sehingga tidak hanya batik cap, batik tangan saja yang berkembang menjadi produk unggulan. Tetapi juga batik eco-print yang saat ini mula merambah motif-motif khas Kabupaten Magelang seperti gambar Candi kemudian juga ada daun Bodhi. Itu menjadi khas batik eco print Kabupaten Magelang yang nanti diharapkan bisa menambah nilai jual batik eco print di luar Kabupaten Magelang," terangnya.

Sementara itu, Ita Sarifah (45), ketua Komunitas Eco-Print Kabupaten Magelang terpilih mengaku, sebenarnya sudah sejak lama agar komunitas batik Eco-Print di Kabupaten Magelang bisa diresmikan menjadi legal.

"Karena, Eco-Print itu gak afdhol kalau tidak ada meng-Eco-Print bareng (bersama) sehingga dibentuklah komunitas ini," ujarnya.

Ia menambahkan, ke depan dengan wadah komunitas Eco-Print yang sudah legal ini, diharapkan bisa membuat para perajin batik Eco-Print lebih semangat menelurkan karya-karya kreatifnya.

Serta, produk-produk Eco-Print di Kabupaten Magelang bisa dikenal lebih luas lagi, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Harapannya dengan wadah ini, perajin batik menjadi lebih semangat berkarya. Dan, bisa lebih mengenalkan batik Eco-Print secara luas di seluruh Indonesia bahkan luar negeri. Dan, mudahan-mudahan bisa menjajal pasar ekspor," terang dia.

Selain pelantikan ketua komunitas Eco-Print Kabupaten Magelang. Kegiatan ini juga diisi dengan pelatihan pembuatan Eco-Print maupun pameran produk Eco-Print. (ndg)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved