Pengamat Sepak Bola Tanggapi soal Temuan Satgas AntiMafia Bola Terkait Indikasi Pengaturan Skor

Pengamat sepak bola nasional, Fajar Junaedi, mengatakan kecurangan yang terjadi dalam sepak bola di Indonesia bukan lagi barang baru.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
thenews.com.pk
Ilustrasi pengaturan skor 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut telah menemukan indikasi kecurangan dalam kompetisi Liga Indonesia.

Kecurangan itu, berdasarkan temuan dari tim Satgas Antimafia Bola, dilakukan oleh oknum perangkat pertandingan.

Meski demikian, Kapolri masih enggan membeberkan siapa oknum perangkat pertandingan yang dimaksud. 

Pengamat sepak bola nasional, Fajar Junaedi, mengatakan kecurangan yang terjadi dalam sepak bola di Indonesia bukan lagi barang baru.

"Indikasi adanya pengaturan skor telah terbukti dalam beberapa kasus sebelumnya. Laporan-laporan jurnalistik yang dibuat oleh jurnalis tentang pengaturan skor juga pernah muncul," kata Fajar Junaedi kepada Tribun Jogja, Selasa (27/6/2023).

Dalam keterangan kepolisian, temuan kecurangan di Liga Indonesia itu dibeberkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selepas bertemu Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, di Mabes Polri, Senin (26/6/2023) kemarin.

Kepada publik, Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan soal tindak lanjut Satuan Tugas Anti-Mafia Bola yang dibentuk pada Maret 2023 lalu. 

Katanya, mereka baru akan melakukan pendalaman lewat Satgas Anti-Mafia Bola untuk penyelidikan keucaran itu lebih lanjut.

Fajar Junaedi melanjutkan, selama ini kepolisian kesulitan untuk mengungkap pengaturan pertandingan lantaran PSSI berlindung di balik nomenklatur football family

Nomenklatur itu membuat PSSI leluasa menjalankan segala sesuatu tanpa terlihat oleh pihak berwenang, termasuk pengaturan skor atau kecurangan.

"Ini yang menjadikan polisi susah masuk ke ranah sepakbola. Hal lain akan terjadi jika PSSI membuka pintu football family, sehingga polisi bisa masuk lebih dalam untuk investigasi tentang pengaturan skor," jelas pria yang juga menjabat sekretaris Lembaga Pengembangan Olahraga PP Muhammadiyah tersebut.

Kemudian, Fajar juga mengatakan agar pihak kepolisian segera mengungkap dan mengumumkan siapa pelakunya kepada publik.

Dengan hal ini kepercayaan publik terhadap sepak bola Indonesia bisa lebih meningkat dari sebelumnya.

"Saat ini publik ingin ada pembuktian adanya pengaturan skor dan pembersihannya. Selama isu pengaturan skor masih ada, tata kelola sepakbola profesional hanya menjadi utopia," tandas dia.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved