Berita Kulon Progo Hari Ini

Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Rutin Surveilans dan Vaksinasi Rabies

Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulon Progo mengklaim wilayahnya bebas kasus rabies. Vaksinasi terhadap hewan yang menjadi

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulon Progo mengklaim wilayahnya bebas kasus rabies

Vaksinasi terhadap hewan yang menjadi sumber penularan rabies rutin dilaksanakan tiap tahun. 

Medical Veterinir Muda, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Muhammad Ridwan mengatakan, pada 2022 lalu, Kulon Progo mendapatkan alokasi vaksin rabies dari DIY sebanyak 300 dosis. 

Baca juga: FK UII Kolaborasi dengan Warga Dusun Ngandong Sleman, Bantu Pengembangan Daerah Setempat

Vaksinasi dilakukan di Puskeswan Kalibawang dan Lendah. 

Sementara tahun ini, pihaknya masih menunggu alokasi vaksin dari DIY. 

"Vaksinasi rabies massal di Kulon Progo mulai September di puskeswan. Saat ini, belum ada dropping (vaksin) dari DIY jadi stoknya masih kosong," katanya, Senin (26/6/2023). 

Ridwan mengklaim, kasus rabies di Kulon Progo nihil. Meski sejak awal Januari 2023, ia menerima dua laporan adanya warga yang digigit anjing. Akan tetapi, setelah dilakukan observasi hasilnya negatif rabies.

"Sebab, hewan yang positif rabies biasanya dalam masa observasi kurang dari 14 hari hewannya mati sendiri tanpa ada perlakuan khusus. Tapi ini hewannya tetap hidup setelah 14 hari observasi berarti negatif rabies," jelas Ridwan. 

Meski temuan kasus rabies belum ada, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo mengantisipasi melalui vaksinasi.

Serta surveilans atau pengambilan sampel di lapangan untuk memantau adakah virus yang menyebabkan rabies di hewan seperti anjing, kucing dan kera. 

"Kita bekerjasama dengan Balai Besar Veterinir (BBVet) melakukan pengambilan sampel. Tahun ini dilakukan pengambilan sampel otak anjing kepada penjual masakan anjing dan selama ini hasilnya masih negatif," ucap Ridwan. 

Ia juga menekankan kepada masyarakat agar hewan peliharaannya diusahakan mendapatkan vaksinasi rabies dari dinas terkait. Juga bisa ke klinik atau dokter praktek. 

Bila masyarakat bila tergigit hewan yang berpotensi rabies agar segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Kemudian, hewan yang menggigit dibawa ke puskeswan. (scp) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved