SD Muhammadiyah Ngluwar Magelang Jadi Sasaran Aksi Vandalisme Bermuatan SARA
Pantauan Tribunjogja.com di lokasi, bangunan yang dicoret-coret terletak pada tembok pagar bagian depan sekolah.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Bangunan SD Muhammadiyah Ngluwar yang ada di Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang menjadi sasaran aksi vandalisme.
Pantauan Tribunjogja.com di lokasi, bangunan yang dicoret-coret terletak pada tembok pagar bagian depan sekolah.
Namun, tulisan tak senonoh yang mengandung unsur SARA itu sudah dihapus oleh pihak sekolah.
Guru kelas VI SD Muhammadiyah Ngluwar, Kelik Widaryono, mengatakan awalnya aksi perusakan itu diketahui dari laporan penjaga sekolah, pada Minggu (21/5/2023) pagi.
Atas laporan itu, dirinya pun langsung datang ke sekolah dan terkejut menemukan coretan pada tembok pagar depan sekolah.
Coretan tersebut bertuliskan kata-kata yang mengandung unsur SARA yang ditulis menggunakan tinta berwarna hitam.
"Pada hari Sabtu (20/5/2023) itu (coretan) tidak ada. Di sini kan Ahad (22/5/2023) pagi ada pengajian, itu ada laporan pagar gimana mau di cat atau tidak. Akhirnya saya lihat, minta jangan dihapus dulu untuk bukti, didokumentasikan dulu. Kemudian saya koordinasi dengan pimpinan cabang Muhammadiyah, dan kami langsung berkoordinasi dengan pihak Polsek Ngluwar juga,"ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (25/5/2023).
Setelah melaporkan kejadian itu, pihaknya pun langsung mengecek CCTV.
Para pelaku pun terekam CCTV saat melakukan aksi vandalisme tersebut.
Ia menyebutkan, aksi vandalisme tersebut terekam CCTV terjadi pada Minggu (21/5/2023) dini hari.
"Jadi, dari rekaman CCTV terlihat pelakunya, itu sekitar pukul 02.47 WIB. Tapi karena posisi CCTV dari belakang, jadi secara wajah dari pelaku tidak jelas. Pelaku sebanyak tiga orang berboncengan dengan satu motor matic. Mereka juga memakai jumper menutupi kepalanya, datang dari arah Utara ke Selatan (Ngluwar menuju Sleman), lalu satu orang yang turun (dari motor) mencoret tembok dengan kata-kata SARA tadi,"paparnya.
Dia menambahkan, pihak kepolisian pun langsung melakukan olah TKP pada Senin (22/5/2023).
Pihak sekolah pun akhirnya memutuskan untuk mengecat kembali tembok pagar yang menjadi sasaran vandalisme, pada Selasa (23/5/2023).
"Kami langsung cat lagi, karena menutup agar tidak dibaca orang (karena mengandung SARA). Dan untuk mengurangi agar situasi kondusif lagi seperti itu,"ungkapnya.
Kejadian ini juga dilaporkan ke Pimpinan Daerah dan Cabang Muhammadiyah di Kabupaten Magelang.
Ia menuturkan, reaksi dari organisasi otonom tingkat wilayah itu menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke pihak berwajib.
"Ya, itu tanggapannya pemuda Muhammadiyah sudah tanya juga. Karena sudah dilimpahkan ke Polsek, tinggal tunggu saja. Mereka menunggu laporan kami, kalau ada apa-apa dan perkembangan minta diberi tahu,"tuturnya.
Sejauh ini, menurut dia, SD Muhammadiyah Ngluwar tidak pernah berkonflik dengan sekolah atau organisasi lain.
"Dan aksi vandalisme yang mengarah ke SARA ini, baru pertama kali terjadi,"paparnya.
Kepala SD Muhammadiyah Ngluwar, Isnaeni, menuturkan atas pihaknya menyerahkan penanganan kejadian ini secara keseluruhan kepada yayasan Muhammadiyah dan penegak hukum.
"Kami sudah melaporkan, sekolah sudah mengambil langkah-langkah itu. Dan kami serahkan ke yayasan dan pihak berwajib,"terangnya.
Diakuinya pula, sejauh ini aktivitas belajar dan mengajar di sekolah yang diampunya tetap berjalan normal seperti biasa.
"Tidak menganggu, tetap seperti biasa,"ujarnya.
Terpisah, Kapolresta Magelang Kombes Pol Ruruh Wicaksono membenarkan adanya laporan aksi vandalisme di SD Muhammadiyah Ngluwar tersebut.
"Sudah dilaporkan ke kepolisian, saat ini masih dalam penyelidikan. Sudah ada lima orang saksi yang dimintai keterangan,"urainya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tembok-SD-Muhammadiyah-Ngluwar-Magelang-jadi-sasaran-aksi-vandalisme.jpg)