Cegah Lulusan Menganggur, SMK Muhammadiyah Mungkid Kerja Sama dengan Penyedia Tenaga Kerja Jepang

Kepala SMK Muhammadiyah Mungkid, Abdul Hamid mengatakan, kerja sama ini dilakukan untuk mendorong lulusan SMK bisa langsung bekerja dan tidak

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
Para peserta didik SMK Muhammadiyah yang baru saja di wisuda pada Senin (15/5/2023). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Mungkid, Kabupaten Magelang Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan penyedia tenaga kerja Jepang.

Kerja sama itu dilakukan dengan penandatangan (MoU) dengan lembaga pelatihan kerja (LPK) Serba Indo untuk menyalurkan putra putri terpilih bekerja di Negeri Sakura.

Kepala SMK Muhammadiyah Mungkid, Abdul Hamid mengatakan, kerja sama ini dilakukan untuk mendorong lulusan SMK bisa langsung bekerja dan tidak menganggur.

Sebagai langkah penjajakan dalam menyalurkan lulusan peserta didik untuk mendapatkan ruang kerja yang lebih luas.

"Sebelumnya kami berhasil mengirim siswa ke Jerman. Dan, saat ini sudah menjalin kerja sama untuk menyalurkan tenaga kerja ke Jepang, pada angkatan pertama ini ada 6 siswa kami yang sudah lolos tahapan seleksi dan tinggal mematangkan bahasanya sebelum diberangkatkan ke jepang,” jelas Abdul Hamid, Senin (15/5/2023).

Lanjut dia, selain lolos tahapan seleksi untuk magang atau bekerja di Jepang, pada lulusan kali ini terdapat 220 siswa atau 40 persen dari total 459 siswa yang dinyatakan lulus untuk langsung bekerja.

Mereka tersebar di sejumlah perusahaan ternama di tanah air seperti di PT Pama Batu Bara, Astra Honda Motor, Astra Daihatsu serta banyak perusahaan lainnya.

“Kami sudah 7 tahun ini menjadi penyelenggara utama untuk tes seleksi tenaga kerja astra honda motor dan menjadi salah satu SMK yang bisa melakukan perekrutan tenaga kerja Astra Daihatsu sehingga banyak dari lulusan SMK ini yang sudah tersalurkan,”ucapnya.

Pihaknya berharap dengan bannyaknya kerja sama yang dijalin dengan industri dapat menjadikan SMK Muhammadiyah Mungkid menjadi salah satu sekolah tujuan utama.

Sementara itu, salah satu siswa, Muhammad Bobi lulusan Teknik Komputer Jaringan 2 mengaku sangat senang berhasil lolos di tiga tahapan seleksi yang sudah dilakukan seperti tes medical cek up, psikotes dan tes fisik.

“Saya sangat antusias untuk bisa bekerja di Jepang, karena saya suka budaya di sana dan juga ingin mengangkat derajat orang tua,” jelasnya.

Perwakilan LPK Serba Indo, Iman Abdul Rahman, menjelaskan kesempatan putra putri Indonesia untuk bisa bekerja di Jepang masih sangat terbuka. Pada tahun ini, Jepang membutuhkan 4,9 juta tenaga kerja dan baru terpenuhi kurang dari 3 persen.

“Saya sendiri menargetkan pada tahun ini ada seribu tenaga kerja yang bisa tersalurkan ke Jepang, mereka berasal dari berbagai daerah kecuali Papua. Berbagai tahapan seleksi juga berjalan seperti di Labuhan Bajo, Medan, Pekan Baru , Aceh, Batam, dan Denpasar Bali,” terangnya.

(ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved