Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Gubernur DIY Akan Lakukan Evaluasi Pemberlakuan Tarif Parkir Idulfitri 2023

Kenaikan tarif parkir legal mencapai lima kali lipat dan menjadi keluhan bagi wisatawan sehingga memiliki dampak buruk terhadap industri pariwisata.

Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Neti Istimewa Rukmana
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X sedang memberikan tanggapan persoalan tarif parkir yang naik lima kali lipat saat IdulFitri 2023 kepada wartawan di sela-sela tugasnya, Rabu (3/5/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Momen Libur Idulfitri 2023 di Kota Yogyakarta mendapatkan sorotan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

Hal itu terjadi dikarenakan adanya  kenaikan tarif parkir legal mencapai lima kali lipat dan menjadi keluhan bagi wisatawan sehingga memiliki dampak buruk terhadap industri pariwisata.

Melalui hal tersebut Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta , Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut, bahwa dirinya akan melakukan evaluasi.

Pasalnya, pemberlakuan tarif parkir legal itu dinilai diikuti dengan tarif parkir yang ilegal.

"Memungkinkan seperti itu. Ruang itu untuk mencari duit lebih banyak bisa. Nanti kita pikirkan. Hanya masalahnya karena keterbatasan parkir. Itu saja," ucapnya kepada wartawan di sela-sela tugasnya, Rabu (3/5/2023).

Sebelumnya, pihaknya telah berkoordinasi  dengan pihak UPN dalam hal penyewaan lahan untuk tempat parkir yang berada di dekat Hotel Melia Kota Yogyakarta atau yang kerap dipergunakan sebagai lokasi Pekan Budaya Tionghoa.

"Berartikan (lahan parkir) tambah di situ. Harapan saya, kalau bisa nembus ke selatan kan lebih bagus. Tapi kan tidak mesti tempat-tempat bisa seperti itu. Karena ruang-ruang (tanah kosong) itu sudah tidak ada dan harganya mahal," katanya.

"Salah satu cara ya parkir swasta, tapi terdaftar dan terdata oleh Kota. Sehingga ada kepastian," imbuh Sri Sultan HB X.

Ia pun mengatakan bahwa tidak akan melakukan pembebasan lahan satu sampai dua hektare untuk dipergunakan sebagai lahan parkir wisatawan.

"Makanya harapan saya, di sekitar Malioboro itu bisa atau enggak rumah-rumah yang kosong punya kerja sama dengan Pemda atau punya kerja sama dengan temen-temannya untuk membuat tempat parkir," jelas Raja Keraton Yogyakarta .

"Karena, kalau di sekitar Malioboro mau cari lahan satu hektare sudah enggak ada," tutupnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved