Berita Sleman Hari Ini
Kasus Covid-19 di Sleman Kembali Naik Paskalebaran, Ada 125 Kasus Aktif
Data Dinas Kesehatan Sleman , per tanggal 27 April terdapat 125 kasus aktif Covid-19 di Bumi Sembada.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kasus Coronavirus Disease-19 ( Covid-19 ) di Kabupaten Sleman kembali naik sepekan pasca Lebaran Idulfitri 1444 H.
Meskipun kenaikan kasus tidak begitu signifikan.
Data Dinas Kesehatan Sleman , per tanggal 27 April terdapat 125 kasus aktif Covid-19 di Bumi Sembada.
"Data terakhir di Kabupaten, per tanggal 27 April 2023 terdapat 125 kasus. Terdiri dari terdeteksi dengan antigen 15 kasus dan PCR 110 kasus," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman , dr. Khamidah Yuliati, Jumat (28/4/2023).
Angka tersebut naik jika dibanding minggu lalu sebelum lebaran.
Di mana pada tanggal 18 April 2023 terdapat 89 kasus.
Menurut Yuli, warga yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 mayoritas menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.
Baca juga: Update Virus Corona: 52 Orang Positif Covid-19 di DIY Hari Ini
Mereka mengalami gejala seperti kasus Covid-19 sebelumnya. Seperti flue dan batuk.
Bahkan terkadang ada yang positif namun tidak demam.
Ada juga yang matanya memerah.
"Kami tidak tahu z apakah varian baru atau bukan karena belum ada laporannya," terang Yuli.
Pasien Covid-19 di Sleman mayoritas menjalani isoman tetapi tidak sedikit juga yang dirawat di Rumah Sakit.
Direktur RSUD Sleman dr Novita Krisnaeni mengungkapkan, jumlah pasien Covid-19 yang di rawat di RSUD Sleman mengalami peningkatan pasca Lebaran.
Pada tanggal 20/4 tercatat 0 pasien Covid-19 di RSUD Sleman namun pada tanggal 27/4 terdapat 12 pasien yang sedang menjalani perawatan.
Mereka dirawat di rumah sakit karena memiliki penyakit penyerta atau komorbid.
"Keluhan (pasien) tidak khas. Karena komorbid," kata dia. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-update-covid19.jpg)