LDII Bagikan Pakaian dan THR bagi Mubaligh dan Guru MDT

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berkomitmen untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat Indonesia

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
ist
Santri MDT Al Fattah Sambisari saat belajar menanam dan melestarikan lingkungan sekitar majelis taklim 

TRIBUNJOGJA.COM - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berkomitmen untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat Indonesia.

Salah satu program tahunan LDII DIY adalah memberikan pakaian dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para mubaligh dan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-DIY.

LDII mengadakan program ini untuk memberikan dukungan dan perhatian istimewa kepada para mubaligh dan guru MDT.

Mubaligh dan guru-guru MDT senantiasa berjuang mengajarkan ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat.

Acapkali dijumpai, mubaligh yang masih muda ditugaskan jauh dari kampung halamannya. Peran mubaligh menjadi sangatlah penting, terutama di Bulan Ramadhan ini dengan berbagai pengajian yang sangat padat dan iktikaf.

Menurut Endri Sulistyo, anggota Biro Pendidikan Agama dan Dakwah LDII DIY, secara umum majelis taklim dalam naungan LDII membagi pengajian menjadi beberapa jenjang berdasarkan usia.

"Kami mendidik generasi penerus pada jenjang PAUD/TK, Cabe Rawit untuk usia SD, Pra Remaja untuk SLTP, dan Remaja bagi SLTA. Lalu Pra Nikah, usia dewasa berkeluarga, serta Lansia. Disediakan materi dan kurikulum pembinaan untuk masing-masing jenjang tersebut," ungkap Endri, mubaligh yang juga mengantongi sertifikat dai MUI DKI Jakarta dan Kanwil Kemenag DIY.

Pembinaan generasi penerus tersebut tidaklah luput dari perhatian LDII. Hal ini sebagai upaya serius membantu pemerintah mewujudkan generasi emas yang profesional religius.

MDT yang tersebar hampir di semua Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan majelis taklim LDII di DIY, diproyeksikan untuk menyiapkan generasi yang mempunyai pengetahuan agama (alim-faqih), berbudi yang mulia (akhlaqul karimah), dan mandiri.

Setelah menuntut ilmu pada pendidikan formal pada pagi hari, santri MDT menambah ilmu agama pada sore atau malam hari sesuai jadwal yang sudah disusun berdasarkan kurikulum Kementerian Agama.

Dalam program ini, LDII membagikan pakaian dan THR sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada para mubaligh dan guru-guru MDT.

"Dengan baju baru dan THR, semoga para mubaligh turut berbahagia di hari yang Fitri dan lebih bersemangat dalam dakwahnya", tutur Endri.

Tidak hanya kepada mubaligh, THR dibagikan juga oleh majelis taklim dalam naungan LDII kepada masyarakat di sekitar tempat-tempat pengajian. Kesalehan sosial ini merupakan wujud saling berbagi kebahagiaan di hari raya.

Program ini mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Tidak sedikit warga LDII yang merasa tergerak dan ikut sodaqoh uang dan baju baru. Di sisi lain, banyak mubaligh yang merasa terbantu dengan adanya program ini.

"Alhamdulillah, senang sekali Pak. Terharu, walaupaun jauh dari orang tua tetapi mendapatkan perhatian dan dukungan seperti ini," tutur Reyhan Syafridho, mubaligh yang juga tercatat sebagai mahasiswa di jurusan PGSD IKIP PGRI Wates, Kulon Progo.

Lebih lanjut Reyhan menuturkan, tidak terbersit harapan akan mendapat imbalan dari tugas kemubalighannya.

"Walaupun kami tidak menuntut sih. Tetapi ya, lebih PD (percaya diri) saat besok mengajar pakai baju ini," ujarnya sambil tersenyum.

Selain itu, THR yang diberikan oleh Pengurus PC/PAC LDII setempat juga membantu para mubaligh untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari raya. (*/rls)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved