Percasi DIY Minta KONI dan PB Percasi Buat Program Pembinaan Berkelanjutan untuk Para Pecatur Muda

Atlet muda catur DIY memerlukan program pembinaan yang lebih intensif dan spesifik guna memaksimalkan potensi.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Pixabay.com / Devanath
ilustrasi catur 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - DI Yogyakarta memiliki potensi besar di cabang olahraga (cabor) catur.

Terbukti pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2023 lalu, kontingen DIY berhasil finish di urutan 3 nasional.

Dengan bukti tersebut, Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DIY berharap Komite Olahraga Indonesia (KONI) atau pihak terkait dapat menginisiasi program pembinaan berkelanjutan untuk atlet-atlet mudanya.

Ketua Umum (Ketum) Pengda Percasi DIY, Bambang Wisnu Handoyo, mengutarakan atlet muda catur DIY memerlukan program pembinaan yang lebih intensif dan spesifik guna memaksimalkan potensi.

Untuk itu, Bambang berharap ada program dari KONI atau Pengurus Besar (PB) Percasi yang bisa mengakomodir atlet-atlet muda ini untuk bisa meraih puncak performanya. 

Di Yogyakarta ada pecatur muda handal MPW Shafira Devi Herfesa, ia adalah atlet yang sudah menunjukkan potensinya hingga beberapa kali meraih prestasi di level nasional, termasuk di Kejurnas Catur 2023 lalu.

"Contoh, Shafira ini kan sudah membuktikan prestasinya kan. Nah bagaimana kalau KONI atau PB (Percasi) itu memiliki target kalau kedepan bisa ikut mengupayakan agar Shafira ini bisa meraih gelar Grand Master Wanita asal Indonesia. Itu seharusnya sudah menjadi desain dari PB atau KONI, ada kejuaraan internasional dia diikutkan, dia juga disekolahkan khusus catur agar lebih fokus," kata Bambang, Senin (17/4/2023).

Dengan program tersebut, ia meyakini pecatur-pecatur muda asal DIY yang saat ini sudah muncul, dapat berkembang lebih maksimal dan akan meraih prestasi yang lebih tinggi. 

"Saya yakin, anak-anak ini untuk teknik caturnya sudah sangat bagus. Tapi tetap memerlukan program pelatihan, karena latihannya itu beda-beda dan di dunia itu perkembangan catur itu selalu berkembang cepat," ungkap dia.

Selain memerlukan pembinaan yang berkelanjutan, menurut Bambang Wisnu komunikasi dengan semua pihak sangat penting untuk mendukung pembinaan atlet-atlet ini. 

"Karena atlet-atlet ini masih muda usia, perlu semua pihak untuk bisa ikut menjadi bapak asuhnya. Minimal, kalau mereka sekolah, ya jangan sampai ada alasan sekolahnya itu jadi sulit. Artinya, semua pihak terkait bisa memberikan solusinya," papar dia.

Pada Kejurnas Catur 2023 yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu, tim DIY sukses menembus posisi empat besar dengan merebut 2 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. Raihan 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu DIY datang dari Shafira MPW (emas kelompok C putri) dan Miko (emas kelompok F putra), Chavy (perak kelompok E putri) dan Kenny (perunggu E putra).

Bahkan jika nomor catur kilat dan catir cepat di ajang Kejurnas lalu ikut dihitung dalam klasemen akhir, posisi peringkat DIY naik ke peringkat tiga besar nasional karena berhasil mengumpulkan total 7 medali emas, 3 perak dan 2 perunggu.

Pasalnya, di nomor catur cepat DIY mampu merebut 3 emas, 2 perak dan 1 perunggu, kemudian di nomor catur kilat, DIY kembali mampu mendulang 2 medali emas.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved