Dukun Maut di Banjarnegara

Mbah Slamet Ngaku Ingin Bertobat

Perbuatan Mbah Slamet telah terbongkar. Mbah Slamet mengaku menyesal dan ingin bertobat

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Dukun pengganda uang Banjarnegara Tohari alias Mbah Slamet, dihadirkan polisi di lokasi penemuan 12 mayat di kebun singkong milik orangtua Tohari di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kecamatan Banjarnegara, Selasa (4/4/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM - Mbah Slamet menyesal dan ingin bertobat. Penyesalan dan keinginan bertobat itu diungkapkan oleh Mbah Slamet, setelah pembunuhan 12 orang yang dilakukannya terbongkar. 

Mbah Slamet atau Tohari merupakan dukun pengganda uang di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Ia telah membunuh 12 korbannya dengan modus ritual penggandaan uang. 

Kini perbuatan Mbah Slamet telah terbongkar. 

"Saya menyesal dan saya ingin bertobat," ujarnya, Selasa (4/4/2023), dikutip dari Tribun Jateng.

Lokasi pemakanan 9 korban pembunuhan dukun pengganda uang, Tohari alias Mbah Slamet yang dikuburkan dalam 3 lubang yang dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Selasa (4/3/2023).
Lokasi pemakanan 9 korban pembunuhan dukun pengganda uang, Tohari alias Mbah Slamet yang dikuburkan dalam 3 lubang yang dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Selasa (4/3/2023). (TribunJateng.com/Permata Putra Sejati)

Pria berusia 45 tahun itu merenggut nyawa dengan cara menyuruh korban meminum minuman beracun, laporan kompas dikutip Tribun Jogja.

Para korbannya tak mengetahui bahwa minuman tersebut diberi racun.

Lima menit usai menenggak minuman itu, korban meninggal. Setelah memastikan korban tewas, tersangka lantas mengubur jenazah korban.

"Kalau belum mati enggak berani ngubur," ucapnya.

Slamet mengaku melakukan aksinya seorang diri.

Dia mengeksekusi korban di kebun miliknya di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, yang berjarak sekitar dua kilometer dari rumahnya.

Di sana, Tohari bermodus menjalankan ritual supaya penggandaan uang berhasil. Maka, dia turut mengajak korban.

"Berangkat biasanya pukul 16.00 WIB. Ritual sekitar satu jam, cuma ngobrol di sini. Setelah agak malam baru disuruh minum (yang telah dicampur potas)," ungkapnya.

Polres Banjarnegara telah mengungkap tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan oleh TH Alias mbah Slamet (45) yang berkedok sebagai dukun pengganda uang warga Desa Balun Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara terhadap korban PO (53) warga Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.
Polres Banjarnegara telah mengungkap tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan oleh TH Alias mbah Slamet (45) yang berkedok sebagai dukun pengganda uang warga Desa Balun Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara terhadap korban PO (53) warga Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. (Humas Polres Banjarnegara)

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto mengatakan, tersangka dan korban menuju tempat ritual menggunakan kendaraan.

"Dari rumah biasanya pakai kendaraan atau menyewa dalam rangka ritual menggandakan uang sehingga korban mau," tuturnya, Selasa.

Begitu korban tewas, Mbah Slamet baru menggali tanah untuk mengubur korban.

"Pada saat datang, lubang belum disiapkan. Ketika korban sudah meninggal baru digali," jelasnya.

(*/Tribunjateng/kompas)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved